melia sehat sejahtera, iming iming "membantu orang tua" kok caranya gini ya?

assalamu’alaikum wr. wb..

beberapa waktu yang lalu nbsusanto ketemu dengan teman.. ngalor ngidul hingga dia menceritakan bahwa hari sebelumnya dia diajak oleh seorang temennya untuk mengantar beli sesuatu.. ternyata malah diajak mampir ke suatu tempat dan bertemu beberapa orang yang menurut teman nbsusanto, mereka ini aneh.. ngobrol kesana-kemari, dan si temen itu diajak untuk bergabung dengan Melia Sehat Sejahtera..

form pendaftaran melia sehat sejahtera

kalimat yang digunakan untuk iming-iming pun cukup makjleb bagi kalangan mahasiswa, “kamu nggak mau bantu meringankan beban orang tua?” singkat dan akan membuat orang berpikir..

nah, kemudian diajak untuk bergabung dengan Melia Sehat Sejahtera.. diberikan form seperti foto di atas.. tertulis bahwa biaya pendaftaran adalah Rp 30.000,- dan harus membeli suatu produk (kalo tidak salah propolis seperti tertulis di atas) seharga Rp 605.000,- per buahnya.. jadi minimal untuk bergabung haruslah bermodal Rp 635.000,- untuk 1 lot.. untuk lebih dari 1 produk, tinggal kalikan saja jumlahnya dengan harga Rp 630.000,-..

yang menggelitik, si pengajak itu juga menawarkan solusi pada teman nbsusanto tersebut jika tidak punya uang.. solusinya adalah menggadaikan laptop.. mahasiswa yang banyak berurusan dengan laptop kok laptopnya digadaikan? terus kalo mau mengerjakan tugas gimana? jika ditanya orang tua kemana laptopnya nanti jawab apa? masa berbohong? jika ngapa-ngapain harus ngrental komputer atau minjem temen apa nggak keluar duit banyak, menyita waktu dan ada perasaan nggak enak ke temen? namun temennya temen nbsusanto itu menggadaikan laptopnya karena untuk join di MSS lebih dari 1 barang.. 😮

solusi yang lain adalah menggadaikan ijazah.. pengajak tersebut mengatakan mengetahui tempat penggadaian ijazah.. hah? ijazah dihargai berapa? sampe ijazah pun dianggap solusi untuk dapat uang instan..

si pengajak bercerita bahwa dulu sempat kekurangan uang saat kuliah dan dengan join MSS ini katanya bisa mencukupi.. benarkah?

yang pasti keliatan sih adanya skema penjaringan member (member get member).. ya logis kalo founder maupun leader yang telah join sejak lama mendapat pemasukan banyak dari member yang bergabung setelahnya.. namun bagi member yang daftar belakangan, jika sudah tidak ada yang minat mendaftar untuk berada di downline nya dia hanya mengandalkan penjualan propolis eceran.. dari hasil browsing, nbsusanto juga menemukan harga grosir di tingkat leader untuk produk propolis lumayan lebih rendah dibanding di tingkat member paling bawah, dimana member paling bawah berdagang propolis dari yang dibelinya dari upline seharga Rp 605.000,- untuk 7 botol dan dijual Rp 110.000,- per botol..

disini poin yang nbsusanto tekankan bukanlah bagaimana sistem bisa balik modal dan apapun internalnya.. tapi kenapa caranya harus dengan bergerombol untuk menjaring member dan mengajak dengan cara menggadaikan apa yang dipunyai jika sedang tidak ada uang? kenapa harus seekstrim gadai laptop atau gadai ijazah? ujung-ujungnya gimana cara mengakali saat orang tua menanyakan keberadaan laptopnya.. ya kalo bisa balik sih oke saja.. kalo tidak? malah membebani ortu bukan.. 😐

mungkin sedikit referensi tentang melia sehat sejahtera:

http://www.kaskus.co.id/thread/52019c093dcb17ac3a000000/kelakuan-mlm-melia-sehat-sejahtera-update/

atau mengenai sistem yang hampir sama karena menonjol di penjaringan membernya dibanding produknya:

http://roda2blog.com/2013/11/17/kenapa-vsi-disebut-money-game-with-update/

beberapa tahun yang lalu nbsusanto juga pernah di sms serta ditelpon seorang teman untuk bergabung di suatu pertemuan yang menjurus ke MLM juga.. ya bijaksana saja lah dalam mendengar ajakan bahkan dari seorang teman..

mungkin ada dari pembaca yang mempunyai pengalaman dengan MSS ini? entah sebagai member aktif, mantan member, mantan calon member dan lain-lain monggo silakan berbagi secara jujur agar memberi pencerahan.. 🙂

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

3 Komentar

  1. kalo kata guamah caranya dah yang salah…..inituh kalo menurut gua kayak marketing biasa ajaaa….dan ga kayak gtu

  2. Alhamdulillah dpet pencerahan… Gua bru aja nih d ajak,,, tpi gua bilang pikir2 dulu dah.. wkwkkwkw gua sbenernya heran, ngjaknya maksa… Trus pke motivasi2 gitu, kya brainwash… Yg lebih heran lagi… Yg ngjak itu tau2 jdi seolah2 akrab bngeet ama gua… Pdahal itu cuma temen yg baru gua kenal

monggo tanggapannya.....