lost in sumatera! (part 6-habis: padang – bukittinggi – padang)

assalamu’alaikum wr. wb..

setelah lebih dari seribu kilometer perjalanan dari jakarta, akhirnya di pagi keenam disambut mentari di kota padang.. ya memang tidak dari alam bebas, nbsusanto melihat cahaya pagi itu dari penginapan yang kebetulan nbsusanto dapat jatah lantai atas..

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (184)

terlihat mentari perlahan menyembul di balik pegunungan di sisi timur kota padang.. nampak juga bangunan model minangkabau di antara sinar matahari pagi.. senyum pun terkembang..

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (174)

sayangnya memang terlalu malas untuk bergerak keluar.. padahal deket pantai.. ada kolam renangnya juga.. beda dengan pas di krui yang pagi-pagi nenteng kamera trus nyantai di pinggir pantai.. 😆 yang penting sarapan secukupnya karena ternyata hari keenam di pulau sumatera masih diajak jalan lagi.. baiklah.. tapi agenda hari keenam lebih santai dan lebih piknik! :mrgreen:

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (170)

keluar dari penginapan.. jalanan kota padang ke utara memang ciamik.. jalanan 4 lajur 2 arah terbagi.. cukup lengang dan ada jembatan penyeberangan.. but wait.. di kiri jalan.. nampak seperti warna stasiun kereta api.. tenanan ra iki?

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (169)

ternyata stasiun tabing.. benar-benar di pinggir jalan.. sayangnya saat lewat tidak ada kereta di sekitar stasiun tabing jadi nggak bisa memastikan stasiun itu disinggahi komuter atau gimana.. kalo memang ada kereta komuter kan lumayan.. apalagi di padang juga ada moda transpadang yang seperti transjogja dengan halte khusus.. memang aktivitasnya tidak seramai transjogja.. sayangnya pas ketemu bus nggak sempet ngfoto udah kelewatan.. 😐

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (161)

rel single track tersebut terus mendampingi jalan raya.. ketika melintasi sungai biasanya akan nampak 3 jembatan berjajar.. pemandangan yang sejauh ini tidak bisa ditemui di jogja.. 🙂

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (160)

sesekali jalur berpindah di sisi kanan maupun di kiri jalan.. walaupun jalan besar dan ada rel kereta, kota padang bisa terlihat hijau.. prasarana transportasinya memang oke banget.. sayang kalo tidak dioptimalkan.. 🙂

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (159)

tugu selamat jalan dari kota padang.. memang benar jalanannya memanjakan mata penggunanya.. hari sabtu dan masih melaju..

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (157)

ini jembatan layang apa ya? ke arah mana ya? menarik juga jalanan luar kota dengan truk yang mulai banyak berlalu lalang, walau sudah mulai terasa panas..segmen 4 lajur terbagi pun habis.. memang masih 4 lajur, tapi sudah tak terbagi.. ya semacam jalan jogja-wates begitu..

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (150)

mulai nampak bukit di sisi jalan.. jalur kereta masih setia mendampingi jalan yang sekarang sudah 2 lajur saja..

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (143)

sampai di tugu daerah padang pariaman.. jalanannya kalo dibandingkan lintas barat sumatera sebelumnya jauh berbeda.. ini setara jalanan antar kota pulau jawa.. setidaknya memberi gambaran kalo di luar kota besar di luar jawa belum tentu jalannya hancur.. 🙂

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (299)

jalanan mulai meliuk-liuk dan ketinggian berubah.. pemandangan hijau mulai nampak di tepi jalan.. yang gini selalu bikin melek.. 😀

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (133)

sayangnya kondisi rel kereta di daerah ini sudah tidak terawat.. rerumputan mulai tumbuh disana.. sayang sekali.. pasti dulunya ada alasan rel dibangun, dioperasikan, hingga akhirnya ditelantarkan.. 🙁

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (130)

setidaknya terhibur dengan sawah menghijau walaupun kondisi daerahnya sudah tidak datar lagi.. apalagi langit biru berawan membuat semuanya lebih cerah.. 😀

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (123)

tampak papan tulisan kecil di pinggir jalan memberitahu bahwa kami saat itu memasuki kawasan konservasi Lembah Anai..

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (121)

jalanan menanjak dengan bukit di sisi kiri dan jalan 2 lajur dengan marka tanpa putus.. langsung teringat jalanan jogja-wonosari yang mempunyai suasana yang mirip.. hei bung, ini masih di indonesia sebelah barat banget! 🙂

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (117)

tak lama kemudian banyak terlihat bus dan kendaraan pribadi parkir di pinggir jalan.. apa itu? sekarang fokus cerita perjalanannya dulu saja.. yang pasti, sisi kanan itu rel kereta.. 🙄

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (86)

rel kereta melintas di sisi atas dengan jembatan baja.. berlatar belakang lembah anai nan hijau itu.. menambah rasa penasaran selalu timbul, itu relnya bagaimana kalo dilintasi ya..

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (82)

jalan dengan sisi kiri tebing dan sisi kanan ada sungai sebelum tebing lagi.. ingatan langsung melayang ke jalur kediri-malang via batu saat perjalanan ke bromo awal 2014 lalu.. bedanya, jalannya lebih lebar ini.. suasananya? seger! 😀

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (75)

hei itu apa nampak jembatan di atas jembatan? disini kedua arah dipisahkan..

lost in sumatera part 6 padang - bukittinggi - padang (74)

jembatan kereta di atas jembatan kendaraan darat lain untuk melintasi entah sungai atau lembah.. lha kan.. kok sayangnya sudah rusak.. padahal kan apik banget menembus lembah anai dengan kereta api.. 🙁

mulai disini kamera tiba-tiba kehabisan baterai padahal indikator belum habis.. nasib.. baiklah dengan action cam yang dipasang ketinggian dan kata-kata saja .. jadi intinya kami menuju kawasan yang cukup punya nama di kawasan sumatera barat.. ke kawasan yang ada jalan kelok 44.. ya walaupun bukan kelok 9 seperti harapan awal, ya setidaknya bisa membuat rasa pengen tau.. 😉

jalanan menuju kelok 44

bye bye jalan lebar.. jalanan mulai menyempit dan tepi jalan semakin rimbun saja.. sepi.. sunyi..

kelok 42

ternyata sudah masuk ke jalanan kelok 44.. dari atas ada nomor kelokannya dari angka terbesar.. hitung mundur.. di beberapa titik juga ada plang yang mengingatkan untuk selalu berdoa.. jalannya sempit, tak jarang harus ketemu truk.. apalagi kadang kabut juga turun.. syahdu tenan..ternyata kelokan yang dihitung adalah kelokan yang cukup terasa, jika hanya sedikit menikung tidak terhitung.. cukup lama berjalan sambil menikmati setiap kelokannya..

plaza telkom maninjau

hingga akhirnya kelokan selesai.. rumah minang ada dimana-mana.. kantor juga berbentuk rumah minang.. eh ternyata sudah masuk kawasan danau maninjau.. fokus artikel jalannya dulu lah.. :mrgreen: ceritanya makan siang di dekat danau kemudian naik lagi.. kebetulan dari padang itu memang dipinjami motor dan gantian nbsusanto yang di depan.. sayangnya nggak termasuk jas hujan.. pas naik gerimis mulai turun.. ya sudahlah tetep trabas.. nekat saja basah.. mau gimana lagi..

berjalan dan terus berjalan.. tau arah? tentu tidak.. teman yang di depan pun sempat berhenti untuk memilih jalan.. akhirnya melalui jalur yang berbeda.. diarahkan lewat ada rumah minang yang ikonik dan ke ngarai sianok.. kok ya ndilalah kamera batre habis, action cam sama saja, mau ngeluarin hp yang dititipin di tas temen juga males toh cuma berhenti bentar.. suatu hal yang selanjutnya menjadi penyesalan.. 😐

hujan yang turun tidak terlalu deras sehingga masih belum terasa basah.. menuju kawasan kota bukit tinggi.. tentu mampir di kawasan ikoniknya yang nanti akan dibahas di artikel lain.. lanjut beli oleh-oleh dan ternyata hari mulai gelap.. lhakok bukan cuma jalanan mulai gelap, hujan pun mulai turun.. turun deras.. alamat basah kuyup.. tapi tetep trabas saja lah.. kesalahan nggak minta mantol di awal.. terasa celana jins mulai basah.. kok ya kebetulan masih pake celana yang hari sebelumnya dipakai, padahal sempat hampir pakai celana yang masih bersih.. hal yang selanjutnya patut disyukuri.. 🙂

lengan terasa basah.. rasanya kaos juga akan basah.. tapi kok belum terasa basah kuyup.. eh kebetulan rejeki, diajak mampir ke rumah makan sate padang dan dibayari.. walhasil sekalian pesen teh anget dan buka jaket.. ndilalah kok bisa-bisanya kaos nggak basah, hanya terasa dingin saja.. langsung nyikat sate padang yang agak pedas dan teh anget.. foto satenya? boro-boro.. kedinginan nggak sempet dokumentasi.. 😆

selesai makan perjalanan balik ke padang pun berlanjut.. hari sudah mulai malam.. penerangan jalan luar kota ya seadanya lah, nggak berbeda jauh dengan jalur luar kota pulau jawa.. cukup menguras tenaga mengingat harus menyalip kendaraan besar agar mempersingkat waktu perjalanan.. dinginnya malam menambah semakin terasa ini perjalanannya.. apalagi di beberapa persilangan dengan rel kereta jalannya amburadul, ya seperti jalur di purworejo lah karakternya saat persilangan dengan rel.. wajib waspada tentunya..

ah dengan terasa akhirnya sampai di padang.. langsung mandi dan tidur.. hari selanjutnya kegiatan biasa saja, dilanjut pulang.. untungnya dapat jatah tiket pertunjukan singa dari padang..

(de)l(ay)ion air

iya, pertunjukan singa terlambat yang sudah jadi hal biasa.. 😐

padang.. banyak hal yang patut diamati.. penataan jalur menuju bukittingginya patut diacungi jempol.. serasi dan harmonis.. sayangnya kenapa rel menuju bukittinggi sudah tak terawat.. nanti di artikel pas mampir obyek wisata lembah anai akan semakin terlihat begitu eman-emannya jalur kereta tersebut nonaktif.. yang pasti perjalanan menyusuri jalur darat lintas barat sumatera ini memang membuka mata akan apa yang ada di pulau seberang.. membuktikan gimana orang jawa harus bersyukur dengan jalan yang ada.. membuktikan penataan kota dan jalan akan membuat wisatawan tertarik.. banyak yang bisa dipetik.. 😀

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

8 Komentar

monggo tanggapannya.....