jogja ke jakarta bersama kereta argo dwipangga rangkaian baru k1-16

assalamu’alaikum wr. wb..

perjalanan pulang diikuti dengan perjalanan balik.. ya begitulah adanya seperti yang terjadi di awal september lalu.. kepulangan dengan senja utama kelas bisnis pun diikuti balik ke jakarta beberapa hari berikutnya.. tentu yang dicari adalah kereta yang belum pernah dinaiki dan tentu pengen yang nyaman.. ya sesekali lah naik kereta eksekutif dari yogyakarta ke jakarta..

kereta-eksekutif-argodwipangga-relasi-solo-bapalapan-jakarta-gambir-dengan-rangkaian-k1-0-16-new-image-9

sebenernya alasannya simpel, pengen merasakan gimana berbagai kereta yang ada di indonesia, meskipun kini sebagian memiliki rangkaian armada yang sama.. nah kali ini yang dapat giliran untuk dicoba adalah kereta plat AD yang melayani jurusan solo balapan – jakarta gambir PP dengan perjalanan dari timur di malam hari.. yap, dialah argo dwipangga yang merupakan kereta yang selalu berseberangan dengan argo lawu.. awalnya mau nyobain bima yang lebih malam berangkat atau gajayana yang khas dengan rangkaian kaca pesawatnya, tapi kok lebih mahal dibanding argo dwipangga yang saat itu kena 380.. ya nanti dulu.. siapa tau malah argo dwipangga sedang tukar pakai rangkaian kereta kaca pesawat seperti sebelum pake k1 0 16 lalu.. :mrgreen:

kereta-eksekutif-gajayana-livery-dulux-rangkaian-pesawat-di-stasiun-yogyakarta-tugu-1

datangnya cukup awal sih karena memang berangkat dari rumah ba’da isya’.. masuk dari pintu selatan dan dikatakan pada waktunya nanti argo dwipangga akan diberangkatkan dari jalur 5.. saat itu suasana di stasiun ramai banget, yap calon penumpang di weekend memang selalu begitu, sebagian adalah perantau di ibukota yang rutin pulang ke kampung halaman untuk menengok keluarganya.. tak heran tiket kereta hampir selalu ludes.. seperti begitu kereta gajayana hampir full kaca pesawat, cuma 1 kereta dengan kaca panjang, dengan variasi livery dulux, datang dan berhenti sekitar 20.30, sangat banyak penumpang yang kemudian masuk ke dalam kereta.. padahal ini kereta dari malang menuju jakarta lho ternyata tiket 430 ribu pun dibeli untuk pemberangkatan yogyakarta..

klb-ekonomi-tambahan-dengan-rangkaian-k3-0-16-surabaya-gubeng-jakarta-pasarsenen-melintas-langsung-stasiun-yogyakarta-tugu

lah sekitar 20.40 terdengar pengumuman agar penumpang tidak mendekat jalur 5 karena akan melintas langsung KLB Ekonomi Tambahan Surabaya Gubeng – Jakarta Pasarsenen.. feeling bilang ini pasti pake k3 0 16.. benar saja.. dan ternyata sebelumnya berhenti di stasiun Lempuyangan dengan tarif 200 ribu.. lhah ini pesennya H-berapa.. tau gitu bisa berhemat.. tapi gimana lagi.. :mrgreen:

tak lama kemudian terdengar pengumuman bahwa kereta api Argo Dwipangga akan masuk ke jalur 5.. waktunya persiapan untuk berangkat lagi ke perantauan.. berdiri menunggu rangkaian yang malam itu ditarik CC 206 dari dipo SDT.. ternyata k1 0 16.. ya memang argo lawu, argo dwipangga dan bima sudah selalu pake rangkaian ini.. 🙄

interior-kereta-eksekutif-argodwipangga-relasi-solo-bapalapan-jakarta-gambir-dengan-rangkaian-k1-0-16-new-image

beginilah interior kereta api argo dwipangga.. terdapat 2 buah tv di setiap kereta.. model gorden pun khas tak lagi tarik ke samping tapi tarik ke bawah.. lampu cukup terang sehingga kalo tidur pasti kurang menyenangkan.. model kursi adalah ala argo lawu, yap bukan jok berlapis kain yang tentu saja sudah reclining seat.. iseng nyalain wifi karena katanya ada wifi gratis di kereta dan ternyata.. zonk!!! nggak ada wifi.. ealah..

denah-kursi-unik-argo-dwipangga

jadi inget konfigurasi denah kursi aneh saat memesan di tiket dulu, dimana tak ada kursi 5A dan 5B yang tersedia.. penasaran dan akhirnya pesen 5C biar tau.. jawabannya adalah..

kereta-eksekutif-argodwipangga-relasi-solo-bapalapan-jakarta-gambir-dengan-rangkaian-k1-0-16-new-image-7

terjawab sudah ternyata kursi sebelah dihuni oleh penumpang berpakaian dinas kereta api.. ooo begitu.. jadi memang diperuntukkan perjalanan dinas.. awalnya nbsusanto kira itu berupa lorong atau apa.. tapi kalo lorong kok di kereta 4 bukan di kereta makan.. ternyata.. 🙄

sekitar jam 20.59 kereta argo dwipangga merayap pelan meninggalkan stasiun tugu yogyakarta.. akselerasinya alus banget! tidak terasa dan kereta sudah berjalan ke barat.. tercatat kecepatan cukup kencang khas kereta kelas argo..

kereta-eksekutif-argodwipangga-relasi-solo-bapalapan-jakarta-gambir-dengan-rangkaian-k1-0-16-new-image-4

yang kemarin sempet jadi perbincangan di grup koboys junior dengan puguh dan reza yang sudah naik k1 0 16 adalah footrest yang katanya aneh, berbeda dengan kereta sebelumnya.. nbsusanto pun penasaran, langsung tarik dan injek agar ngunci, lhah kok nggak bisa? diturunin lagi.. nggak bisa ngunci lagi.. sempet ada penumpang yang tanya ke petugas dan jawabannya memang footrest tak bisa dikunci.. weh penurunan dibanding kereta taksaka dengan footrest sekecil ini namun bisa ngunci, apalagi dibanding kereta argo lawu lawas yang lebar, nyaman dan bisa ngunci.. ha podo wae pegel ndes! 😐

perjalanan cukup nyaman kecepatan sempat tembus 3 digit, mungkin efek kereta eksekutif dan memang masih baru ya.. papan informasi di depan pun menunjukkan suhu udara di dalam kereta.. memang saat terbangun malam hari langsung kedinginan, persis pas naik taksaka dulu.. padahal ya sudah pake jaket dan selimut lho.. oya hampir lupa, petugas juga mencatat tentang penumpang, meskipun nbsusanto tak melihat ada yang dibangunkan setelah sampai tujuan, mungkin karena hampir semua tujuannya kalo nggak gambir ya jatinegara sih.. :mrgreen:

kereta-eksekutif-argodwipangga-relasi-solo-bapalapan-jakarta-gambir-dengan-rangkaian-k1-0-16-new-image-2

sempet ke toilet kereta.. tersedia wc duduk dan toilet yang cukup bersih tentu saja.. ya memang tak seluas joko tingkir sih.. lagipula yang penting bersih dan air lancar.. 🙄

dari solo kereta argo dwipangga hanya berhenti di stasiun klaten, tugu, kutoarjo, purwokerto, cirebon kejaksan, jatinegara dan gambir.. sayangnya sih pengereman masih terasa kurang halus.. tapi setidaknya lumayan bisa tidur meskipun kalo bisa request, nbsusanto mau minta lampu kereta diredupkan saat malam hari agar bisa tidur, setidaknya seperti di bus malam.. kalo mau baca kan ada lampu baca.. tak banyak yang istimewa di perjalanan saat itu, hingga sekitar 4.21 sudah keluar dari kereta di stasiun jatinegara..

kereta-eksekutif-argodwipangga-relasi-solo-bapalapan-jakarta-gambir-dengan-rangkaian-k1-0-16-new-image-8

ya kereta api argo dwipangga.. kereta yang mendapat rangkaian k1 0 16 livery airlines aka kesepakatan alias selendang pecut.. mengingatkan pada rangkaian argo bromo anggrek, meskipun karena semuanya sama jadi kurang istimewa, beda dengan go green-nya ABA dulu.. sayangnya footrest mengalami downgrade.. pun wifi yang pernah dianggap sebagai kelebihan k1 0 16 tak terdeteksi.. memang kereta bersih dan masih bagus.. ya setidaknya bisa jadi pilihan untuk berangkat malem dari jogja menuju jakarta, meskipun jujur saja masih penasaran dengan rangkaian retrofit kaca pesawat argo dwipangga lama yang entah dihibahkan pada siapa.. 380 ribu untuk eksekutif ya memang tarif tengah, lebih mahal dari taksaka tapi lebih murah dari bima dan gajayana.. apalagi jamnya memang malem, beda dengan ekonomi dan bisnis meskipun lebih murah tapi sekitar isya’ mungkin sudah di jalan.. 😐

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

11 Komentar

  1. Saya juga pernah naik K1 0 16 ka bima, masih uapik. Ada meja makan tiap kursi. Namun saya kurang suka karena sandaran kaki ga bisa ngunci, ga cocok sama badan saya yg kecil hehe… 1 lgi untuk peredam rada kurang pas ka lewat percabangan berisik sekali… Maaf kalo tersinggung, saran sih di benah peredam sama sandaran kaki

    • nah iya kan, kalo apiknya memang masih apik.. cuma ya itu fasilitasnya mengalami downgrade dibanding ekse sebelumnya.. memang sebaiknya ada berbagai perubahan agar minimal fasilitas senyaman sebelumnya..

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. sawunggalih pasar senen-kutoarjo, efek ludesnya tiket kereta jogja | kankkunk - blognya nbsusanto
  2. kereta lodaya, pilihan yang menarik dari jogja ke bandung | kankkunk - blognya nbsusanto

monggo tanggapannya.....