unboxing sony a6000, when the dream comes true

assalamu’alaikum wr. wb..

sony a6000.. sebuah mirrorless dari pabrikan sony yang keluar 2014 dan menarik perhatian dari pemerhati fotografi.. dengan harga di bawah 10 juta rupiah diklaim mempunyai autofocus yang sangat cepat.. di 2015 lalu mulai kerja sudah tertarik dengan kamera ini tapi realistis saja lah dengan harganya.. eh malah keduluan seorang temen yang sering jalan-jalan bareng.. woooo.. untungnya sih bisa pinjem.. 😆

lha kok ndilalah di awal januari 2017 lalu baru sadar kalo sony w570 mengalami masalah yang nbsusanto perkirakan di metering untuk fokusnya karena jika di tempat terang malah over brightness dan di tempat gelap jadi aneh.. tanya-tanya ke saudara dan temen yang ngerti kamera disarankan untuk cari lagi saja karena pun misal diperbaiki, sebuah kamera poket bisa saja mengalami masalah lain setelah dibongkar.. baiklah.. bongkar celengan saja.. daripada beli kamera poket lagi kok ya tanggung.. hp xiaomi sebenernya sudah cukup lah untuk kebutuhan umum, hanya saja pake kamera lebih anteb dan lebih bisa diutak atik..

syaratnya adalah ada viewfinder.. meskipun di awal pengen sony a6000, sempat terlintas juga ketertarikan pada fujifilm xt-10 karena bentuk dan warna yang katanya khas.. sempat terpikir pula panasonic gx85.. namun kedua opsi tersebut mental karena budget mentok di sony a6000 dengan lensa bawaan 16-50.. ada juga godaan dari dslr nikon D5x00 atau canon seri 3 digit, bukan karena body nya melainkan kemudahan dalam cari lensa tambahan, yang di nikon atau canon ada banyak pilihan, lebih dari pilihan e-mount nya sony.. tapi pilihan itu tersingkir karena memang selain barang yang diidamkan juga karena hasil foto pas di baluran milik temen yang ciamik banget menurut nbsusanto.. bulatkan tekad dan uang pun berpindah tangan..

akhirnya datang juga sebuah paketan berisi kardus dengan tulisan sony a6000.. berusaha kalem dan dibuka kemasannya.. njedullah semua isinya.. beberapa buku petunjuk dalam berbagai bahasa, kartu garansi, brosur lensa, kamera sony a6000 dengan lensa kit  16-50 terpasang, tali bertuliskan sony alpha, baterai, adaptor charger 0,5A, kabel data kabel power dengan berbagai model colokan, topi viewfinder.. oya pengecasan sony a6000 ini langsung dicolok pada kamera melalui kabel data, berbeda dengan sony w570 dulu yang perlu melepas baterai dan dipasang ke adaptor.. ada plus minusnya sih, plusnya bisa meringkas kabel yang dibawa saat jalan-jalan karena colokannya micro usb sama dengan charger android kebanyakan, minusnya kalo pun punya baterai cadangan perlu beli adaptor charger yang bisa mengecas dengan posisi baterai tidak di dalam kamera..

sony a6000 sebagai kamera mirrorless bergaya rangefinder ini memang tak mencolok, malah sepintas seperti kamera prosumer atau superzoom, jika dibandingkan dengan dslr.. apalagi pada saat tak dinyalakan, lensa 16-50 nya juga terlihat ringkas.. flash pun berupa pop up yang hanya njedul jika diklik pada tombolnya. di bagian depan sisi kanan terlihat menonjol dan dapat ditebak kalo itu untuk handgrip yang tidak licin karena berlapis bahan bertekstur..

jika dijejerkan dengan kamera poket sony w570.. meskipun memang lebih besar tapi tak terlihat mengintimidasi.. inilah yang kata sebagian orang menjadi alasan untuk memilih mirrorless karena enteng dan enak untuk street photography namun kemampuannya mumpuni..

tampak depan samping sony a6000.. di bagian kanan atas terdapat 2 buah tombol, 1 switch dan 2 putaran dial.. tombolnya berupa shutter dan tombol fungsi yang dapat diubah peruntukannya, kalo nbsusanto sendiri sudah sesuai dengan standarnya yang berguna untuk mengubah mode fokus, yaitu af-s, af-c, dmf dan manual karena peruntukannya di sebelah depan shutter button.. kemudian switch yang ada untuk menyalakan kamera.. kemudian putaran dial yang pertama di ujung dapat berubah sesuai mode yang digunakan, kalo di mode manual untuk mengatur besaran bukaan diafragma.. putaran dial yang kedua berada di sebelahnya dan berguna untuk mengganti mode kamera..

beralih ke bagian lensa.. yup lensa kit 1650 ini bisa dikatakan berbeda dengan zoomkit kebanyakan dimana terdapat 2 ring terpisah untuk mengatur besaran zoom dan fokus.. di lensa kit sony ini hanya ada 1 ring dan tombol geser di samping, dimana jika menggunakan mode fokus otomatis maka ring berfungsi untuk mengatur zoom, sedangkan jika menggunakan mode fokus manual maka ring digunakan untuk mengatur fokus dan zoom dilayani oleh tombol geser di samping.. oya di lensa kit nya juga sudah ada optical image stabilizer, maklum saja body a6000 belum memiliki stabilizer sendiri.. meski begitu saat menggunakan adapter + lensa kamera lain autofokusnya bisa tetap berfungsi dengan mode fokus hanya ada AF-S dan ring tetap dapat diputar untuk mengatur fokus.. pernah nyoba sih konsekuensinya selain tidak secepat lensa e-mount juga kadang tidak dapat digunakan pada bukaan maksimalnya..

di bagian belakang banyak yang dapat ditemui pada sony a6000.. untuk layar selain lcd besar tentu saja ada viewfinder yang kalo tidak salah di sampingnya ada sensor proximity sehingga lcd utama akan mati dan gambar ditampilkan pada viewfinder elektronik, dimana kamera wajib nyala jika mau mengintipnya, berbeda dengan dslr yang dalam keadaan kamera mati pun bisa nginjen.. :mrgreen: nah di samping viewfinder terdapat diopter adjusment yang membuat tampilan viewfinder bagi beberapa orang akan berbeda-beda.. selanjutnya ada tombol flash yang akan memunculkan pop up flash.. ada lagi tombol menu untuk mengakses berbagai pengaturan umum kamera.. di sampingnya ada tombol AEL, kalo tidak salah auto exposure lock, oke jujur nbsusanto belum pernah menggunakan fitur ini, biasanya tombol hanya terpakai untuk zoom di galeri saja..

di bawahnya ada tombol fn yang pada kondisi standar mode manual pada dial, berfungsi mengganti metering, white balance dan beberapa opsi lain.. di bawahnya ada putaran dial yang dapat berfungsi sebagai tombol 4 arah yang di mode manual berfungsi untuk mengganti shutter time.. di tombol 4 arah ada pengaturan display, iso, mode burst serta ev.. di tengahnya terdapat tombol untuk memindahkan titik fokus.. kemudian di bawah ada tombol play untuk melihat galeri dan di sebelahnya tombol c2 yang dapat diatur dengan standarnya untuk menghapus file di galeri.. hampir terlupa di kanan atas bersembunyi tombol video.. kabel data dapat dicolokkan di sisi kiri bodi.. sementara di bawah untuk memasukkan baterai dan sdcard..

iseng-iseng main-main fokus manual saat di dalam bus.. menurut nbsusanto cukup menyenangkan meski harus belajar banyak lagi..

ganti suasana pagi hari di persawahan.. seperti dulu banyak jepret dulu sambil belajar mana pengaturan manual yang paling pas.. berusaha agar detail tidak hilang namun warnanya tetep syahdu tentu dipas-paske dengan momen orang yang lewat..

mungkin segitu dulu kali ya untuk unboxing dan sedikit review dari Sony A6000.. oiya satu hal lagi yang nbsusanto rasakan saat bawa kamera ini, baterainya memang lebih cepat habis dibanding DSLR dan nampaknya tak jauh dari kamera saku.. jadi nampaknya mempunyai baterai cadangan dan charger tanpa kamera adalah hal yang menarik bahkan cenderung keharusan bagi yang akan menggunakan mirrorless ini untuk kondisi lama tidak nyolok ke listrik.. atau bisa juga menggunakan powerbank sebagai charger meskipun nbsusanto belum tau pada saat dicas apakah bisa sambil digunakan atau tidak.. kan lumayan kalo ada momen, terkadang nggak terulang e, mosok ilang tak terabadikan karena batre habis.. selain itu yang kadang bikin gemes karena start up nya butuh waktu yang lumayan, kalo momen cepet rawan masih ada keterlambatan njepret.. 🙄 tapi dari beberapa hari megang di awal ini nbsusanto merasa cukup puas dan perlu banyak belajar berbagai hal agar dapat lebih mengoptimalkan kemampuan kamera ini.. kan sayang barang bagus tapi terpakainya nggak optimal, apalagi niat upgrade ke mirrorless karena pengen lebih bereksplorasi.. :mrgreen:

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

14 Komentar

    • untungnya saya tipikal user yang nggak peduli harga jual kalo punya barang.. pokoke dinggo sakrusake.. nek rusak yo dandakke.. 😆
      mungkin karena kemarin-kemarin sony kayak nggak konsisten om, model kamera saja ganti-ganti.. dudukan lensa pun berubah.. orang mau invest juga mikir-mikir..
      lagipula memang nama sony belum melegenda merk-merk sebelah sih di kamera.. :mrgreen:

monggo tanggapannya.....