summit attack puncak gunung slamet jalur guci, alon alon tur kelakon

assalamu’alaikum wr. wb..

melanjutkan artikel pendakian gunung slamet yang di hari pertama selama 9 jam perjalanan mencapai pos 4 pondok kematus.. awalnya kami berencana untuk berangkat summit attack pagi-pagi.. kalo bisa malah dari sebelum subuh, atau setidaknya setelah sholat subuh.. maklum target kami harus bisa langsung turun lagi untuk mengejar angkutan ke jakarta pada malam harinya..

udara yang sangat dingin saat nbsusanto nglilir sebelum subuh pun memaksa untuk tetap berada di dalam sleeping bag.. untuk sholat pun nbsusanto pilih tetap di dalam tenda saja.. lha wong pas nyenggol tenda terasa basah dingin.. wakss.. akhirnya sekitar jam 5.30 baru menikmati pemandangan di luar.. ya lautan awan dengan sebuah gunung menyembul, yang kalau tidak salah gunung ciremai, puncak tertingginya jawa barat.. tentu saja sambil mempersiapkan diri untuk summit attack puncak gunung slamet.. seorang temen bersikukuh untuk tetap harus sarapan dulu sebelum summit, meskipun barang yang dibawa tidak terlalu berat.. ya kami hanya membawa tas slempang masing-masing dan 1 tas 35 liter yang berisi air minum dalam beberapa botol.. lainnya ditinggal di tenda saja.. disini nbsusanto memakai celana training, jaket, kupluk serta sandal gunung.. temen ada yang tetep pake celana jins.. ya selera sih..

perjalanan pagi itu kami hanya bertiga saja.. membelah jalanan yang kiri kanan berupa tanaman berbunga.. di antara pos 4 dan pos 5 ini jalanan lebih terjal dibanding sebelumnya.. di jalur ini juga ada sebuah cekungan sepanjang jalur, mungkin sebagai jalan air kala hujan ya?

di antara pos 4 dan pos 5 ini juga nbsusanto bertemu seekor burung jalak yang bukannya terbang tinggi tapi malah berpindah-pindah di tanah serta akar-akar pohon.. jalak yang menurut temen punya cerita.. rada susah mengabadikannya dalam kondisi tidak goyang..

salah satu titik terindah di antara pos 4 dan 5 pendakian gunung slamet via jalur guci.. memang harus mengeluarkan tenaga sedikit lebih banyak dibanding sebelum dan sesudahnya di titik ini, tapi pemandangannya luar biasa.. lautan awan yang lagi-lagi dihiasi oleh gunung ciremai.. ya berhenti disini foto-foto sekalian untuk menarik nafas..

setelah satu jam perjalanan dan 1400 langkah akhirnya sampai juga di pos 5 pondok cantigi di ketinggian 2852 mdpl.. oya sebelumnya sempat mampir di pondok pinus dan bertemu dengan rombongan dari cirebon.. ternyata kloter 2 yang sempat mampir ke tenda kami semalam tidak tidur bersama rombongan kloter 1.. mereka tidur di jalur menggunakan sleeping bag.. tapi pagi itu mereka sudah bersama-sama lagi..

sesampainya di pos 5 ini nbsusanto sempat terdiam di menit pertama.. tanpa suara.. tanpa mengeluarkan kamera.. temen yang ngomong pun entah ngomong apa pun nbsusanto nggak mendengarkan.. mencoba menikmati sajian alam gunung slamet.. masya Allah.. hingga akhirnya mengeluarkan kamera dan jepret-jepret pun nbsusanto masih speechless.. sambil minum serta makan coklat untuk mengisi tenaga untuk summit attack puncak gunung slamet..

ya seperti di gunung maupun jalur lain, pos 5 pondok cantigi ini adalah pos terakhir sebelum summit attack, serta merupakan batas vegetasi pendakian gunung slamet via jalur guci.. tempat terakhir untuk bisa buang air kecil maupun besar karena selepas pos 5 tak boleh membuang kotoran apapun.. medannya pun sudah terjal serta berisi batuan dan pasir, meskipun masih ada 1-2 tumbuhan.. menurut informasi pula di sekitar pos 5 ini masih ada pos air, namun lebih kecil dibanding pos 4 dan cukup jauh.. entahlah..

sejauh mata memandang, semakin terlihat indah alam indonesia ini.. lalu, nikmat apa yang kau dustakan? alam menghijau, langit membiru.. memang pemandangan di jalur pendakian gunung slamet via guci yang menghadap ke barat ini sajian gunung lain di sekitarnya tak terlalu banyak, yang terlihat besar hanya 1 gunung saja dengan beberapa gunung kecil karena lebih jauh, berbeda dengan jalur pendakian bambangan yang menawarkan pemandangan banyak gunung di sisi timur gunung slamet, di antaranya merapi, merbabu, sindoro, sumbing dan lain-lain..

tenaga mulai terkuras disini.. entah berapa kali setelah lepas dari batas vegetasi harus berhenti, sekadar untuk mengambil nafas yang memang sudah mulai berat karena kadar oksigen yang semakin tipis.. terkadang pun istirahat sekalian minum dan foto-foto.. disini juga beberapa rombongan cirebon dan kuningan saling menyusul dengan kami.. ditambah ada warga lokal dari tegal.. naik beberapa meter berhenti beberapa menit.. seorang temen sudah melenggang cukup jauh di atas, sementara seorang lagi masih di bawah.. mungkin sekitar setengah atau lebih dari pasir dan bebatuan ini, sempat terlintas pikiran untuk menyerah.. ya benar-benar capek.. ngos-ngosan.. mikir realistis juga sudah hampir siang belum juga sampai, padahal masih butuh waktu untuk turun.. apalagi sandal yang nbsusanto bawa memang kurang proper, rekatan kaitan belakangnya sudah sering lepas.. padahal adanya kaitan belakang itu bisa sedikit membantu usaha untuk naik.. ditambah lagi kaos kaki yang nbsusanto bawa tak bisa digunakan karena hanya ada 1 sisi saja.. percuma.. ya otomatis sering ada pasir maupun kerikil menyelinap..

memang puncak masih menggoda, tapi kalo dilihat semakin atas semakin berpasir.. semakin sulit karena batu besar yang tadinya bisa digunakan sebagai pegangan semakin jarang ditemui.. dan nbsusanto masih terhenti.. hingga temen dari bawah mulai mendekat.. obrolan singkat pun terjadi.. dia bilang tanggung, sudah sejauh ini dan puncak sudah lebih dekat, sekalian saja lah.. padahal dia sendiri selalu di belakang dan terlihat kepayahan tapi masih bisa bilang seperti itu.. semangat nbsusanto pun muncul kembali dan mulai melangkah sedikit demi sedikit menuju puncak.. masih sering terhenti tapi setidaknya keputusan untuk mencapai puncak sudah bulat.. harus tuntas!

setelah 3 jam perjalanan dari pos 5 sampai juga di puncak.. lebih dari estimasi di kertas petunjuk yang didapatkan di basecamp kompak bahwa pos 5 ke puncak butuh waktu 120 menit.. tapi namanya estimasi, kemampuan dan kondisi setiap orang berbeda.. jadi memang estimasi sebagai acuan saja, boleh jadi target tapi lebih baik realistis.. karena kalo dipikir target, sebenernya pengennya jam 9 sudah sampai di puncak karena belum terlalu panas dan belum terlalu siang karena dikhawatirkan ada kabut yang memang seringkali menyelimuti gunung slamet di siang hari..

satu persatu barengan mendaki pun akhirnya mulai terlihat.. terlihat wajah-wajah gembira mereka yang mencapai puncak.. mungkin begitu pula ekspresi nbsusanto tadi.. sampai di puncak lalu duduk.. mengamati sekitar.. membuka bekal berisi minuman maupun makanan tersisa.. membuat tulisan-tulisan pesan.. foto-foto dengan latar awan putih yang semakin terlihat jelas..

terdapat ceruk di dekat puncak barat gunung slamet yang mengeluarkan asap.. ya bau belerang meski tidak menyengat.. sepi dan jarang yang foto disini.. lebih banyak berlatar hijaunya hutan maupun awan.. kalo nbsusanto sih biar bervariasi.. nanti coba nbsusanto tampilkan galeri fotonya..

1500 langkah dari pos 5 ke puncak gunung slamet via jalur pendakian guci.. memang sih bukan puncak sejati 3428 mdpl, karena itu lebih dekat dengan jalur bambangan dan perlu meniti lautan pasir menuju lokasi tersebut.. realistis saja, puncak yang menurut aplikasi gps dan peta terrain di sekitar 33xx mdpl juga sudah diraih.. lebih baik disyukuri saja wong pemandangannya sudah apik banget.. lagipula untuk lintas jalur seharusnya lapor dan dibimbing oleh guide jika belum pernah daripada malah kesasar.. apalagi temen yang sampe puncak di awal sudah hampir kembali turun karena nbsusanto dan 1 teman belum juga sampai.. hanya karena dia sudah melihat kepala nbsusanto dan memutuskan untuk menunggu di puncak.. jangkrek.. 😆

alhamdulillah puncak gunung slamet memang sudah digapai.. tapi cerita pendakian gunung slamet ini belum berakhir.. masih banyak yang berkesan saat turun.. tak kalah gayeng malah..awalnya rencananya di artikel ini mau nbsusanto tuliskan sampai balik lagi di pos 4 tapi kepanjangan.. insyaallah di artikel selanjutnya.. 🙂

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

2 Komentar

monggo tanggapannya.....