menikmati senja menuju malam di malioboro

assalamu’alaikum wr. wb..

jalan malioboro.. salah satu kawasan paling terkenal di kota jogja.. sampai ada ungkapan belum ke jogja kalau belum kesini.. banyak pula foto di dunia maya yang diambil dari malioboro.. segitunya ya, padahal nbsusanto yang orang jogja bantul ke malioboro kalau memang mau beli sesuatu, memang beda sih dengan orang dari jauh.. apalagi foto-foto.. kobermen, parkir we wegah.. :mrgreen: tapi kebetulan setelah setahunan merantau diajak ibuk untuk ke malioboro di sore hari untuk beli beberapa benda, yasudah bawa kamera barangkali ada yang menarik.. 😀

jam 18 lebih sedikit namun masih belum gelap.. sudah penghujung senja, mendekati waktu maghrib, karena di bulan februari pada umumnya memang paling akhir dibanding bulan lain.. kok ya kebetulan keluar dari mall disambut langit sore sedikit berhias awan yang warnanya masya Allah, uapik tenan..

padahal saat itu sang surya sudah tak terlihat, hanya tersisa semburatnya saja.. entah terbenam jam berapa walau terkadang endog ceplok yang ditunggu itu tiba-tiba tertutup awan, setidaknya cahayanya masih menyenangkan bagi para penikmat senja.. yes golden hour.. 😀

apalagi saat ngadep tenggara.. wis apik tenan lah.. berbagai warna langit ada disana.. kuning, orange, biru serta sedikit mendung yang menggelayut.. mungkin kalo diambil di format RAW atau HDR bagian gelap di bangunan pinggir jalan itu bisa lebih diterangkan untuk memberi warna ya? :mrgreen:

masih cukup terang untuk duduk duduk di kursi pedestrian jalan malioboro.. masih cukup mudah mengabadikan gambar dengan kamera tanpa flash dan ISO rendah.. kecuali memang nggak mudeng kalo sebenernya flash hp nggak ngaruh banyak, malah sampe siang tetep pake flash.. kecuali malem dan seperti jajaran sony cybershot kelas atas yang menyediakan xenon flash bukan LED saja baru deh membantu.. 🙄

tapi hanya butuh 10 menit saja untuk menjadi gelap begini.. namun tetap saja ramai kawasan malioboro ini.. bahkan orang-orang berdatangan, ya mungkin karena hari jumat malam dimana orang-orang jogja yang mencari sesuap nasi di kota lain sudah mulai berdatangan, ditambah dengan orang pulang kerja dan para pemuda pemudi yang balik dari kampus ataupun sekolah.. refreshing kata mereka..

bapak kusir pun siap mengantarkan wisatawan dengan andongnya.. begitu penumpang naik, sang kuda pun dipecut dan langsung berlari menuju tempat tujuan.. masalah harga naik andong, silakan bernegosiasi saja..

becak kayuh pun masih eksis di antara kendaraan bermotor.. dihimpit transportasi roda 4 serta roda 2 pangkalan maupun online.. tergerus dengan keberadaan becak mesin.. memang mungkin peminatnya sudah tak sebanyak dulu, tapi bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan dan membawa barang cukup banyak, becak bisa jadi pilihan.. walaupun memang ada oknum yang maunya nganter ke suatu toko dan marah kalo penumpang nggak belanja.. 😐

di jalan malioboro juga terdapat sebuah gapura bertuliskan kampung ketandan dengan berbagai ornamen tiongkok serta terdapat lambang kasultanan ngayogyakarta di bagian atasnya.. yup, kampung ketandan ini adalah kawasan pecinan, dimana banyak terdapat rumah berarsitektur tionghoa yang pada umumnya juga digunakan sebagai lapak emas dan perhiasan..

sudah semakin malam.. waktunya untuk pulang dan persiapan balik ke perantauan.. yup, malioboro memang masih jadi magnet bagi orang-orang, entah itu sekadar jalan-jalan atau memang berniat berbelanja.. penataan kanan kiri jalan malioboro untuk pedestrian serta memasang banyak bangku untuk duduk semakin menguatkan posisinya sebagai wisata tujuan.. apalagi dengan masih adanya bangunan lawas, meskipun beberapa sudah direnovasi maupun tertutup oleh papan nama modern.. ditambah dengan langit sore semakin syahdu saja.. jadi kapak ke malioboro? mau ngapain? 😁

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

7 Komentar

monggo tanggapannya.....