canon eos m3, mirrorless cilik fitur apik harga asyik

assalamu’alaikum wr. wb..

kamera mirrorless semakin ngetren di kalangan masyarakat saat ini.. selain hasil gambar yang cukup berkualitas, mirrorless dipilih karena bentuk yang pada umumnya lebih kecil dibanding dslr saat menggunakan lensa kit serta live view di lcd yang kebanyakan bisa diputar 180 derajat untuk selfie.. hingga saat ini sudah banyak tipe mirrorless di pasaran, tergantung budget berapa dan mau untuk apa.. nah kali ini nbsusanto mau coba membahas eos m3, sebuah mirrorless dari salah satu penguasa pasar kamera saat ini, canon..

canon eos m3 ini memang bukan produk terbaru tapi hingga 2017 ini masih jadi salah satu pilihan di harga 6-8 juta rupiah.. seringkali lawannya adalah canon eos m10, m100, sony a6000, sony a5100, fujifilm xa2 serta fuji xa3.. nah kebetulan ada seorang temen yang punya eos m3 setelah sebelumnya juga sempat membandingkan dengan sony a6000.. lalu apa dan bagaimana sih canon eos m3 ini?

nama besar canon tentu menjadi poin plus eos m3.. desain body yang cukup ringan, simpel dan ringkas dilengkapi dengan lensa kit 15-45 mm diameter 49 mm yang pada saat tidak nyala dapat diputar agar lebih pendek dan hemat tempat.. lalu tombol-tombolnya cukup banyak dan tersebar di berbagai tempat yang mudah dijangkau.. grip canon eos m3 yang berlapis karet pada bagian genggaman tangan ini cukup nyaman pada tangan nbsusanto, mungkin feeling ini akan berbeda jika tangan lebih besar..

roda dial pun ada banyak.. selain mode, terdapat 3 roda lagi di bagian atas untuk kompensasi exposure, di tombol 4 arah yang oleh temen disetel pengaturan diafragma dan melingkari tombol shutter yang disetel untuk mengubah shutter speed.. tentu saja menyenangkan karena tak perlu menekan banyak tombol jika mengubah setelan yang meminimalisir kehilangan momen.. meskipun kini nbsusanto jarang menggunakan kompensasi exposure karena di sony a6000 kudu milih iso auto dengan exposure manual atau iso manual dengan exposure auto..

kemudahan akses canon eos m3 ditambah lagi dengan hadirnya touchscreen yang dapat diputar 180 derajat ke atas, meskipun tidak semua penghobi foto mengandalkan fitur ini.. nbsusanto sih kemarin menggunakannya untuk touch focus.. memang kalo mau menempatkan fokus di titik yang tidak umum itu lebih mudah menggunakan touchscreen atau setidaknya joystick dedicated dibandingkan dengan memencet tombol tertentu lalu navigasi tombol 4 arah.. oya dengan layar yang diputar ke atas memang biasanya ada di kamera tanpa viewfinder.. dan begitulah eos m3, tak ada jendela bidik internal meskipun kalo mau pasang bisa saja di dudukan flash hot shoe dengan harga 2 jutaan.. meskipun bukan kelengkapan yang selalu dipakai, termasuk oleh nbsusanto, namun terkadang untuk menjepret obyek lebih nyaman dengan mengintip, apalagi kalo sambil menghayati mode manual.. :mrgreen:

canon eos m3 ini dilengkapi dengan teknologi hybrid cmos af III dengan 49 titik fokus pdaf dan processor digic 6.. well teknologi dslr yang dibenamkan, meskipun memang belum menggunakan dual pixels seperti yang akhirnya dipakai di eos m5, setidaknya eos m3 cukup bertenaga.. kemampuannya untuk mendapatkan fokus saat menggunakan lensa kit 15-45 sudah cukup untuk kebutuhan dokumentasi sehari-hari.. pun jika menggunakan lensa ef-s dengan adaptor ef-s to ef-m bukan asli canon juga masih cukup cepat.. hal yang lumayan penting bagi yang ingin serius atau sebelumnya sudah punya koleksi lensa canon ef mount karena lensa mount ef-m hingga kini masih terbatas, baru ada beberapa untuk kit standar, tele dan prime.. nggak heran sih bikin banyak lensa itu butuh waktu, contohnya sony dan fuji hingga kini juga belum selengkap canon dan nikon dslr.. kebetulan m3 ini pernah digunakan untuk foto dengan lensa tele 55-250 canon serta 50f1.8 yongnuo..

hasil jepretan eos m3 dengan lensa kit pada focal length 15 mm (setara 24 mm pada full frame), lumayan bokeh meskipun tidak sebokeh lensa fix apalagi focal length lebih panjang.. tipikal warna memang nggak ngejreng seperti canon pada umumnya.. memang bokeh dan warna itu selera masing-masing.. biasanya penyuka landscape lebih suka yang warnanya kaya, sementara kalo soft cocoknya foto portrait tanpa banyak edit..

sementara foto ini diambil tanpa tripod dengan shutter time 2 detik, hanya mengandalkan tumpuan stang motor dan dipegangi.. dari beberapa foto memang beberapa ngeblur dan ini yang lumayan untuk settingan tersebut.. maklum saja eos m3 tidak dilengkapi dengan stabilizer di body sehingga sepenuhnya tergantung lensa, untungnya lensa kit ini dibekali stabilizer sehingga lumayan lah.. mungkin kalo sudah ada stabilizer di body bisa lebih pede untuk mengambil foto hingga sedetik atau lebih tanpa bawa tripod..

ada 1 fitur saat mode video yang asik dari eos m3 ini, selain mirrorless apsc termurah dengan colokan mic, yaitu kemampuan untuk tetap mengambil foto tanpa mengganggu proses video.. ya, ketika merekam dan ada momen menarik untuk difoto tinggal pencet shutter seperti biasa, setengah untuk autofokus dan full untuk memotret.. jujur saja nbsusanto jarang merekam video karena biasanya nggak mau kehilangan momen foto, sementara kalo mengandalkan ambil 1 scene dari 60 fps kadang nggak optimal hasilnya.. oleh karena itu pas liat si temen yang saat itu kejatah merekam video kok bisa menghasilkan foto juga nbsusanto jadi penasaran..Β  berikut hasil videonya..

saat ada lag sebentar itulah foto diambil.. memang ada delay ini mungkin mengganggu bagi sebagian orang.. apalagi suara shutter masuk ke video, maklum sistem mekanik bukan elektrik.. meski begitu, fitur ini cukup menarik bagi nbsusanto, kan bisa dapet video utuh dan foto yang layak dipandang lama lama.. berikut hasil foto saat video..

oya, ini bukan 4k photo ya.. resolusinya 20,2 MP, dengan lebar maksimum sensor eos m3 serta tinggi menyesuaikan rasio 16:9 di video.. foto tersebut terambil pada f/8.0 dengan shutter speed serta ISO auto yang lumayan dapat menyesuaikan keadaan.. kecuali bagi pengejar kualitas rasanya sudah cukup mengingat tetep dapat videonya juga.. kalo mau kualitas ya pakai mode foto saja.. apalagi untuk moto pergerakan cepet.. :mrgreen:

nah seperti review eos 1300d lalu, nbsusanto juga sempat melakukan tes ISO dari tertinggi 12800 sampai terendah 100 dengan stepping 1 stop diimbangi dengan perlambatan shutter speed mulai dari 1/15 detik hingga 8 detik.. berikut hasilnya.. seperti tes ISO biasanya, untuk full resolusi silakan diklik :

untuk kebutuhan dokumentasi pribadi maupun tidak dicetak dalam ukuran besar, penggunaan ISO tinggi di canon eos m3 masih bisa ditoleransi.. gambar masih bagus di ISO 1600, masih bisa diterima di ISO 3200, masih cukup untuk resolusi menengah di ISO 6400 dan saat darurat ISO 12800 adalah pilihan terakhir..

overall kamera mirrorless canon eos m3 ini masih pantas untuk dijadikan pilihan di kelas harga 7 jutaan meski sudah cukup berumur.. fitur-fitur yang lumayan mencukupi dengan handling dan kontrol yang mudah serta nyaman.. hasil gambar serta video pun sudah mencukupi untuk dokumentasi pribadi maupun bahan mentah untuk diedit dengan format RAW nya.. selain itu dengan hadirnya adaptor EF ke EF-M memudahkan penggunaan lensa dslr canon maupun thirdparty-nya jika butuh variasi lensa dengan autofokus tetep bisa digunakan.. ya meskipun kemampuan jepret berturut-turut yang tidak terlalu cepat, minus stabilizer di body, serta absennya viewfinder tak bisa dipungkiri jadi kekurangan walau tidak semua orang mempermasalahkannya.. kalo mau viewfinder di harga segitu ya dslr atau mirrorless selain canon, itupun tambah sedikit lagi.. jika canon saat itu menghadirkan versi berviewfinder dengan harga beda maksimal sejuta rupiah, seperti sony a5100 dan a6000, mungkin lebih banyak yang melirik mirrorless canon di bawah 10 juta rupiah.. lha kalo kudu beli viewfinder eksternal itu nambahnya 2 juta sendiri e.. :mrgreen:

sekian dan terima kasih.. πŸ™‚

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

13 Komentar

    • hayooo kenapa gagal fokus? padahal nggak ada foto mbak-mbak disini..
      kalo dari M10 ke M3 memang lumayan naiknya sampe 2 ribu sendiri.. memang sih kalau ketemu dslr second hand udah dapet 700d kit dan sisa.. naikin sedikit dapat second 750d kit atau second 70d BO.. tapi kalau pengen baru dan canon ya ini solusinya.. kalo naik ke M6 kok rasanya kurang worth it nggak dapet viewfinder.. ke M5 juga langsung head to head A6300..

  1. Sempat kesengsem sama kamera ini, sayangnya begitu melihat belum ada HotShoenya…jadi urung niat, kalau mau ke M10 harganya lumayan cukup jauh. jadi tetap bertahan kembali ke DSLR lama….Hahahaa πŸ˜†

monggo tanggapannya.....