nostalgia dolan ke obyek wisata pantai trisik

assalamu’alaikum wr. wb..

pagi di awal tahun dengan langit jogja yang saat itu tidak hujan.. sedikit saja mendung menggelayut tanpa menyurutkan niat untuk mengeluarkan sepeda menuju salah satu kawasan pesisir di kulon progo bagian timur yang dulunya pernah kondang sebelum banyaknya wisata kulon progo yang terekspos.. pantai yang sering ditulis sebagai pantai 36 agar singkat.. yup pantai trisik..

karena hari itu bukan liburan sekolah maka jalanan cukup lengang.. apalagi jalan sempalan dari jalan daendels menuju pantai trisik yang kanan kirinya sawah.. paling aktivitas para petani menggarap sawah.. nbsusanto sih beberapa kali berhenti sekadar untuk mengabadikan maupun minum..

eh di jalan ketemu dengan rombongan wedhus gembel yang digiring oleh penggembala.. di sungai itu pun ada aktivitas pemancing serta penjala ikan.. terkadang mereka sembari mencari pakan ternak dengan motor butut namun sangat berjasa..

di pinggir jalan terlihat ada tambak udang yang cukup luas.. siksik.. jalan yang nbsusanto lewati ini bukan jalan gedhe lho ya.. tapi cukup untuk dilalui sepeda.. iseng aja sih sebenernya nggak tau kenapa terarah kesini.. salah satu tujuannya juga mencari tembusan jalan lintas selatan kulonprogo yang nantinya menjadi ujung barat jembatan srandakan 3 dan terhubung dengan jls bantul..

disini nbsusanto sempat heran.. ada ya pemandangan seperti di foto foto tempat keren nan jauh disana dengan lokasi sekitar pantai trisik kulonprogo? asli keren tenan.. kayaknya belum banyak beredar foto lokasi ini di medsos.. atau nbsusanto kurang update ya? 😅

akhirnya sampe juga di kawasan pantai trisik.. kesannya adalah sepi.. nggak banyak juga bangunan berdiri disini meski masih ada 1-2 warung.. terlihat berbeda dengan pantai kondang jaman sekarang, jaman sudah berubah mungkin ya? setidaknya pemandangan alaminya masih dapat..

sayangnya pantai trisik ini kotor.. banyak sampah berserakan meskipun banyak sampah organik.. tetep aja nggak enak dilihat.. walaupun begitu, pantai trisik menarik bagi para pehobi mancing karena tak hanya 1-2 orang yang membawa kail kesini.. dapatnya ikan apa ya?

beralih ke pantai trisik sisi barat.. kawasan dimana banyak perahu nelayan yang bersandar di pantai berpasir hitam ini.. mungkin memang sudah mendarat dari tadi atau sedang tidak beroperasi meskipun pagi itu cukup cerah dengan langit berwarna biru sedikit dihiasi awan..

menjauhi perairan dan kembali nbsusanto menemukan suatu hal yang menarik untuk difoto.. seorang penggembala kambing di antara rerumputan dan berlatar pepohonan pinggir laut.. tentu saja yang membuatnya terlihat adalah warna pakainnya yang kontras.. di dekatnya ada pula stasiun hujan putih yang memang tak jarang terdapat di beberapa pantai maupun pegunungan..

berikut beberapa galeri foto di kawasan pantai trisik :

matahari mulai meninggi.. jalan yang perlu dilewati untuk pulang juga tidak mulus.. ya sudahlah mungkin cukup sekian dolan ke pantai trisik.. sebenernya di area pantai trisik ini menarik setidaknya untuk diabadikan dengan kamera.. sayangnya di pesisirnya kotor dan perlu dibersihkan jika pengelola berniat untuk mengembalikan kejayaannya seperti dulu lagi.. kalo bagi nbsusanto dengan kondisi yang sepi bisa lebih leluasa motret tanpa bocor manusia yang tak diharapkan sih.. tapi orang kan beda-beda.. :mrgreen:

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

2 Komentar

    • tinggal mau gimana ke depannya mas, kalo butuh yang praktis tentunya HX50V, toh lensanya juga mulai dari lebar sampai super tele. meskipun kompensasinya sensor lebih kecil untuk foto kondisi gelap tidak sebersih A6000. ya cukup untuk dokumentasi harian maupun hobi. kalau A6000 mau lensa sejauh HX50V sangat mahal. fleksibelnya bisa pake lensa yang berkualitas untuk gambar yg lebih dari standar. keunggulan lain A6000 di viewfindernya. lebih condong ke hobi mengarah enthusiast yg sewaktu-waktu bisa naik kelas sih dengan invest lensa.

monggo tanggapannya.....