memacu adrenalin dengan body rafting di green canyon pangandaran

assalamu’alaikum wr. wb..

menjelang salah satu tanggal merah yang berurutan, nbsusanto dapat ajakan untuk dolan ke pangandaran.. berhubung bingung mau kemana kalau nggak ikut, dan kebetulan nggak bisa pulang, yasudah ikut saja.. menurut info akan dolan ke green canyon juga, sehingga perkiraan nbsusanto mungkin foto-foto dan rafting dengan perahu di green canyon.. ternyata realitanya berbeda..

berangkat dari pangandaran sekitar jam 9, setelah jam sarapan dan nbsusanto sempat merem sebentar.. hari pertama nggak sempet sunrise an karena masih kebawa capek nyopir bekasi – pangandaran hingga jam 1.30.. pas kebangun langsung diajak berangkat.. blas tanpa persiapan fisik yang memadai meskipun sebenernya jadwal jogging juga tapi skip.. meluncurlah ke green canyon.. sesampainya disana lanjut didaftarkan rafting guha bahu dan dipastikan tidak memiliki gangguan kesehatan pada saat itu.. semua diwajibkan memakai pelampung, helm serta sepatu karet yang dipinjamkan oleh pengelola..

semua hape dompet disarankan untuk ditinggal, kacamata bagi yang masih mampu bisa ditinggal agar nggak ngembun, kalo kepepet ya dikareti.. kebetulan ada yang nggak ikut jadi bisa dititipi.. disarankan ada hp atau kamera untuk mengabadikan selama kegiatan dengan gadget tersebut dibawa oleh pemandu yang menggunakan dry bag.. nbsusanto pun menyodorkan tas berisi kamera.. ternyata disarankan untuk unit kamera saja, lens cap pun tak perlu dibawa.. wakss.. nimbang-nimbang, nbsusanto pun pasangkan lensa tele saja karena mikirnya difoto dari kejauhan.. serba salah sih mau kit takutnya kurang jauh, kalo tele kejauhen.. tp yo wis lah.. :mrgreen:

kemudian naik pick up sampai lokasi start rafting.. bahkan setelah turun dari pickup mindset nbsusanto masih rafting menyusuri green canyon dengan perahu karet lha wong masih berkelakar dengan temen untuk bisa 1 perahu.. jebule.. setiba di aliran sungai belum terlihat satu pun perahu karet.. hadeh.. nyemplung dulu gitu? oke masih mikir menuju perahu karet karena memang lokasinya tak memungkinkan.. oleh pemandu diberikan opsi bagi yang berani loncat silakan, yang tidak berani akan diarahkan bersama arus.. arahannya jelas, kudu menyeberang dan jalan di tepi seberang sungai.. lama tidak bermain air lumayan juga saat kudu begini..

kemudian di beberapa titik kami mentas dari sungai green canyon dan berjalan menyusuri tebing di tepi sungai.. alasannya sih arus yang cukup deras dan berbatu sehingga cukup beresiko bagi awam seperti kami.. bener juga sih ini kalo pake perahu karet juga nggak bisa melintas.. dengan dikawal beberapa pemandu kami pun berjalan berhati-hati dengan pakaian yang sudah basah kuyup..

jebul memang tidak akan ada perahu karet.. namanya juga body rafting.. praktis yang meluncur tubuh dengan dilindungi pelampung, helm dan sepatu karet saja.. well.. disini ketemunya adalah arus cukup deras yang terkadang kudu diakali agar bisa menyeberang dan tak terbawa arus serta menghindari kena bebatuan.. bagaimanapun kalau terlalu banyak gerakan menghalau arus yang ada malah capek sendiri.. dengan melalui beberapa jeram kami selalu ditawari apakah mau sendiri-sendiri atau saling berpegangan.. nah agar manteb, biasanya cowok-cowok lebih memilih sendiri-sendiri.. :mrgreen:jebul memang tidak akan ada perahu karet.. namanya juga body rafting.. praktis yang meluncur tubuh dengan dilindungi pelampung, helm dan sepatu karet saja.. well.. disini ketemunya adalah arus cukup deras yang terkadang kudu diakali agar bisa menyeberang dan tak terbawa arus serta menghindari kena bebatuan.. bagaimanapun kalau terlalu banyak gerakan menghalau arus yang ada malah capek sendiri.. dengan melalui beberapa jeram kami selalu ditawari apakah mau sendiri-sendiri atau saling berpegangan.. nah agar manteb, biasanya cowok-cowok lebih memilih sendiri-sendiri.. :mrgreen:

di beberapa check point kami bertemu dengan rombongan-rombongan lain.. opsi untuk lewat di tebing maupun lewat aliran air juga ada.. melalui jeram atau tidak juga merupakan pilihan.. lalu melompat dari tempat yang tinggi atau rendah pun jadi tantangan.. posisi jatuh cukup menentukan, pun tidak boleh sembarangan karena nanti bisa kaget pernafasannya, juga kalau salah jatuh bisa terasa sakitnya, meskipun ini air tetep saja kan ya.. kemudian cukup mempengaruhi saat menuju ke jeram yang beberapa di antaranya alirannya cukup deras.. saat salah jatuh nbsusanto juga sempat hampir kena batu tapi ternyata memang begitu, aliran air yang membawa.. cukup ikuti saja.. toh kalaupun memang tak bisa menghindar batu ada pemandu yang berjaga dan mengawasi..

perjalanan berjam-jam itu diselingi oleh popmie, teh panas serta gorengan di rest area.. tambahan energi untuk mengarungi lanjutan body rafting green canyon ini.. namun sebelum rest area adalah momen yang menurut nbsusanto paling uapik.. aliran air tidak terlalu deras.. batu tak menghalangi.. kami telentang dan membiarkan diri dibawa arus sungai green canyon.. pasrah saja.. menghadap ke langit yang biru dengan kiri kanan tebing dan sesekali ranting pepohonan menghiasi.. pemandangan yang indah banget.. boro boro mengabadikan yang malah bisa merusak keadaan.. lha gimana lagi suasananya hening hanya terdengar suara air saja.. memang seperti perjalanan yang lalu-lalu, kita butuh waktu untuk menikmati semua dengan mata dan memory tersimpan oleh tubuh kita.. tanpa kamera.. tanpa bicara.. tapi asli, nbsusanto googling gambar tentang green canyon memang tak menemukan ada foto di lokasi menjelang rest area tersebut..

meskipun tak banyak dokumentasi selama perjalanan body rafting, setidaknya mas pemandu cukup sigap dalam mengabadikan momen-momen apik para peserta.. mampu pula mengoptimalkan lensa tele yang sudutnya sempit.. lalu reaksi cepat memasukkan kembali gadget ke dalam drybag dan berenang untuk berjaga jika ada peserta yang membutuhkan bantuan.. beberapa kali pula nyemplung duluan memberi contoh kepada peserta untuk melewati arus tanpa banyak berontak namun tetap bergerak secukupnya melalui jalur yang benar.. salah satu kesalahan yang nbsusanto juga lakukan adalah gerakan tak berarti.. :mrgreen:

setelah etape 2, kami pun sampai di rest area berikutnya.. sebenernya dari sini sudah tersedia perahu penjemput yang sudah include paketan.. disini pula bertemu dengan wisatawan yang naik perahu dari sisi muara.. rame banget karena dari rombongan lain pun menunggu perahu disini.. apalagi terkadang cukup lama hingga seorang pemandu menawari untuk beberapa orang yang mau terjun lagi mengarungi green canyon hingga ke zona ganti perahu.. 1 orang nyemplung.. 2 orang.. pas berikutnya ada kawan yang mau nyemplung, yang rencananya diikuti oleh nbsusanto, ternyata perahu penjemput sudah datang.. sebenernya masih tertarik, tapi rada horor juga kalau ketemu perahu.. baling-balingnya itu lho.. :mrgreen:

setelah semua naik perahu kami pun melaju menuju tempat transit untuk mendapatkan perahu lanjutan kembali ke parkiran sembari menunggu teman yang sudah terlanjur nyemplung.. disini barang-barang mulai dapat diambil.. nbsusanto bawa saja kamera untuk mengabadikan apa yang ada di sungai area green canyon yang tersisa untuk diabadikan.. emm sungainya mengingatkan pada foto sungai maron pacitan.. eh duluan mana sih dengan ini? :mrgreen:

jadi kalau ditanya gimana rasanya body rafting green canyon cijulang di baratnya pangandaran, nbsusanto bilang seru banget! sensasi memacu adrenalin serta pemandangan yang luar biasa itu tak terlupakan.. apalagi momen seperti yang nbsusanto tulis di atas menjelang rest area.. wuih.. memang syaratnya lumayan mengingat harganya pun seratus ribu lebih kalau tak salah.. kondisi pun harus fit serta tak ada gangguan kesehatan.. tapi semua itu worth it kok.. nanti dapat sertifikat juga dari pengelola.. bagi pembaca yang merencanakan ke pangandaran dan secara fisik masih normal, tak ada salahnya menambahkan agenda menuju green canyon area cijulang yang terletak tak jauh dari pangandaran.. saran nbsusanto jangan kesiangan karena setidaknya butuh waktu 3 jam hingga kegiatan selesai.. agar nanti saat menuju pangandaran lagi bisa dapat sunset syahdu yang insya Allah nbsusanto tulis di lain kesempatan.. 🙂

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

monggo tanggapannya.....

    • malah baru tau di karawang juga ada grand canyonnya.. pas googling juga munculnya blog sampeyan mas.. :mrgreen:
      monggo diagendakan ke pangandaran.. sensasinya joss tenan.. 😀