opini tentang kereta bisnis yang akan dihapus dan diganti ekonomi plus

assalamu’alaikum wr. wb..

isu penghapusan kereta kelas bisnis sudah pernah terealisasi di tahun 2016 lalu dimana senja utama yk, fajar utama serta mutiara selatan menggunakan rangkaian k3-16 atau yang disebut juga ekonomi plus.. berlangsung selama beberapa minggu, berbagai keluhan pun muncul hingga akhirnya kebijakan tersebut batal dan ketiga kereta itu kembali menggunakan kereta bisnis alias k2 dan rangkaian k3-16 menggantikan beberapa k3 non pso serta kelas bisnis di rangkaian campuran seperti argo parahyangan.. di 2018 ini, rencana penghapusan tersebut muncul lagi..

alasan para pengguna kereta api meminta kelas bisnis dikembalikan di 2016 lalu adalah karena k3 plus sempit dan kursinya lebih tegak daripada kereta bisnis.. meskipun harga yang ditawarkan lebih murah, tapi bagi sebagian orang kereta bisnis adalah favorit karena kenyamanan sudah cukup dengan harga yang masih terjangkau.. di 2017 lalu isu tersebut tak terlalu berhembus meskipun sempat terdengar bahwa kereta k3 premium suatu saat akan diplot menggantikan kereta bisnis dengan iming-iming fitur reclining seat jika dibandingkan dengan k3-16..

beberapa trainset k3-17 premium yang mulai beroperasi secara fakultatif pada lebaran 2017 dengan nama kereta gaya baru malam selatan premium, mataram premium, mantab premium serta tawang jaya premium, yang kemudian 2 trainset dipakai jayakarta premium dan 1 trainset wijayakusuma sebagai klb yang sering beroperasi, entah 1 trainset lagi kemana.. lalu di 2018 ini mulai terlihat kereta luar biasa melintas di antara cirebon – madiun dengan rangkaian benar-benar baru, yaitu k3-18 premium atau seringkali disebut k3 ss (stainless steel) karena terbuat dari stainless steel tanpa dicat langsung diberi livery.. seiring dengan itu, isu penghapusan kereta bisnis secara perlahan dan diganti dengan k3 premium pun berhembus lagi dengan kuat..

nbsusanto sendiri membaca dari instagram maupun grup indonesian railfans di facebook.. beberapa trainset k3-18 premium akan digunakan oleh ekonomi non-pso, sementara sebagian lain akan menggantikan kereta bisnis.. salah satu alasan penghapusan kereta bisnis yang pernah nbsusanto baca adalah karena rangkaian kereta bisnis pada saat ini umumnya adalah kereta tua yang telah beberapa kali mengalami perawatan dan akan dilakukan penyegaran rangkaian..

lalu hal yang masih mengganjal di kereta kelas bisnis adalah ac split yang membuat suhu di dalam kereta kurang merata, ada yang kurang dingin ada yang dingin banget.. ya memang masuk akal sih barang lawas, tapi kalo diperhatikan lagi, kalau tidak salah pernah baca kalau kereta wisata yang fasilitas kini di atas eksekutif, tadinya adalah kereta kelas bisnis di masanya, dan ac nya sekarang sudah tidak split lagi melainkan ac central..

dari berbagai kemungkinan yang ada, nbsusanto pun mulai uthak athik gathuk dan beropini.. benar atau salahnya, monggo diberi masukan karena hanya dari sisi orang awam yang melihat data terekspos dari luar.. berikut opininya..

salah satu alasannya adalah dari sisi kenyamanan.. karena kereta baru seharusnya minim masalah dibandingkan kereta tua, yang efeknya adalah penumpang merasa senang dan nyaman.. ya, k3 premium ini memiliki fitur reclining seat sehingga dapat dimiringkan sesuai keinginan dibanding kereta bisnis yang kemiringannya terkunci.. namun efek meningkatnya kapasitas dari 64 penumpang menjadi 80 penumpang tentu saja berakibat di jarak antar kursi yang sempit seperti terjadi di k3-16.. kenyamanan tentu saja berkurang apalagi bagi yang berbadan cukup besar.. pun begitu bagi yang favorit di dekat jendela juga mikir kalau kebelet nggak bisa asal lompat seperti kereta bisnis umumnya.. malah mungkin kudu membangunkan penumpang di sebelahnya.. waduh..

lalu yang kedua adalah masalah berisiknya k3-17, yang sudah 2x nbsusanto naiki.. yup suara roda kereta beradu dengan rel terdengar masih cukup keras dari dalam kereta padahal pintu juga sudah tertutup.. sebuah pr yang semoga sudah teratasi di rangkaian k3-18 apalagi jika bener akan digunakan untuk menggantikan kereta bisnis.. maklum, kebanyakan penumpang lebih memilih kelegaan dan kenyamanan duduk dibandingkan layar tv yang mungkin tidak semua suka dengan apa yang ditayangkan..

berikutnya, pt kereta api indonesia, sebagai sebuah perusahaan, tentu saja bertujuan profit.. melihat dan menimbang dari segi biaya, termasuk investasi dan operasional.. untuk investasi nbsusanto belum bisa membahasnya karena tidak tau biaya pemeliharaan akhir sebuah kereta dan harga kereta baru.. kalau dari segi pendapatan operasional, ada hal yang menarik.. asumsi nbsusanto adalah kereta api senja utama solo, sebagai kereta bisnis dengan harga termahal yang bisa dibandingkan dengan kereta ekonomi k3-16 serta k3-17..

dengan harga tiket 275 ribu per penumpang untuk perjalanan yogya-jakarta maupun sebaliknya, 1 buah kereta dengan 64 nomor kursi mendapatkan pemasukan Rp 17.600.000.. sementara itu, saat senja utama dan fajar utama sempat menggunakan k3-16 harga tiketnya adalah 245 ribu per penumpang dengan 80 nomor kursi per kereta sehingga pemasukannya adalah Rp 19.600.000.. jika pun menggunakan k3-17 bisa mengambil sampel harga jayakarta premium untuk stasiun tugu – pasar senen tarifnya 240 ribu per penumpang dengan 80 nomor kursi per kereta sehingga penjualan tiketnya mendapatkan Rp 19.200.000.. nampaknya memang kecil ya jika dibandingkan investasi per kereta yang mungkin mencapai 4-5 milyar per buah? tentu semua sudah ada hitungannya bukan?

jadi, kalau menurut nbsusanto, sayang banget kalau kereta bisnis kelak dihapuskan.. bagaimanapun ini kereta nyaman dan masih menjadi favorit, buktinya tiket senja utama solo selalu ludes cepat.. tapi gimana lagi, mungkin bisnisnya operator kereta sudah bukan di kelas bisnis lagi.. harapannya sih kereta bisnis tetap dipertahankan dengan beberapa penyegaran tanpa harus menjadi kereta ekonomi yang harganya tidak lagi ekonomis.. kalaupun harus diganti, gimana ya, dari segi harga harusnya tidak tinggi dan tidak mengisi gap harga antara ekonomi dan eksekutif yang tadinya diisi oleh kelas bisnis.. tapi, kalau mau naik kereta nyaman, harus yang mahal dong? taksaka, argo lawu, argo dwipangga, bima dan gajayana kalau weekend nggak cukup 400 ribu euy.. trus gimana dong? embuuh.. 😐

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

monggo tanggapannya.....

  1. Saya juga tanya kayaknya ka premiumnya juga diperuntukkan ka ekonomi yang sudah uzur. Seperti di DIPO BW yang sebagian besar memakai rangkaian ekonomi nya tahun 60-an dan akan dihapus sewaktu-waktu dan diganti ka premium yang digunakan untuk KA Sri Tanjung. Sedangkan sisanya yang masih muda Akan dipakai KA lokal Pandan wangi & Probowangi. Begitu juga di DIPO SDT yang juga sama memakai Rangkaian tahun 60-an yang juga kemungkinan dihapus dan diganti KA Premium yang diperkirakan akan dipakai untuk KA Pasundan yang meskipun rangkaiannya masih muda sekitar 20 tahunan. Namun akan diprioritaskan untuk Ka lokal Penataran Dhoho karena memakai rangkaian yang berumur lebih dari 50 tahun itu.
    Itu saja makasih.

  2. Mas.. kalau kereta jakarta-jogja yang paling nyaman menurut anda kereta apa? Karena saya mau coba menggunakan kereta api untuk pertama kalinya.. hehehe.. trims