karangsambung, museum alam sejarah geologi pulau jawa

assalamu’alaikum wr. wb..

fenomena alam adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dipelajari, atau setidaknya untuk disimak.. di antaranya gempa bumi dan gunung berapi kaitannya dengan ilmu bumi.. dulu nbsusanto sempat ngumpulin potongan artikel di koran mengenai hal ini, entah kenapa asyik aja bacanya.. lha kok ndilalah beberapa tahun kemudian adek masuk ke jurusan teknik geologi salah satu kampus di jogja.. nyambung lah ngobrol tentang fenomena alam hingga suatu waktu tercetus keinginannya untuk ke karangsambung, suatu lokasi yang cukup kondang di kalangan geologis..

jadi menurut berbagai sumber yang nbsusanto pernah baca, karangsambung adalah satu dari tiga lokasi yang menyimpan sejarah  batuan tertua pulau jawa, selain bayat di klaten dan ciletuh di sukabumi.. oke nbsusanto nggak membahas dalam tatanan ilmiah secara mendalam karena khawatir salah dan sesat.. mungkin kalo ada tambahan monggo komentar atau nanti kalo ndilalah adek mau ngisi tulisan biar di artikel terpisah saja.. nbsusanto lebih membahas karangsambung dari sisi orang awam yang memiliki ketertarikan saja.. apalagi perjalanan ini cukup syahdu karena di musim mudik lebaran 2017, dijemput di stasiun wates oleh adek langsung menuju karangsambung via jalan daendels.. itung-itung ngisi waktu puasa daripada molor terus.. 😆 lagipula kami tidak lewat jalur utama karena selain sedikit lebih jauh juga males ketemu keramaian.. 🙄

patokannya dari jalan daendels menuju arah petanahan adalah jembatan sungai luk ulo, yang merupakan salah satu bagian penting dari karangsambung.. masih mengandalkan gps dengan titik akhir cagar alam karangsambung kami berbelok ke utara sambil menikmati segarnya udara pagi kebumen menuju ke arah kota.. sekadar melintasi saja karena terletak di utara kota kebumen.. mungkin kalau memang berniat menelusuri sebagian besar karangsambung bisa sampai ke arah jalan banjarnegara – wonosobo..

sepanjang perjalanan ke utara kami disuguhi pemandangan cukup syahdu.. entah itu melewati jembatan sungai luk ulo lagi, lalu sawah yang menghijau serta pegunungan di sisi utara.. memang menuju bagian tengah pulau jawa akan selalu dihiasi dataran tinggi yang memang berjajar dari barat ke timur, di antaranya berupa gunung berapi yang sebagian masih aktif, misalnya gunung slamet, merapi, merbabu, lawu serta kawasan dieng yang cukup fenomenal..

tak lama kemudian jalan sudah berhimpit dengan sungai luk ulo dan semakin terlihat batuan-batuan besar di pinggir jalan.. lokasinya cukup menarik untuk belajar maupun sekadar foto-foto saja.. adek sih begitu berhenti turun dari motor langsung menuju ke batu besar itu dan merabanya untuk mengetahui jenis batuan apa..

kurang menyenangkan gimana kalo kita cukup mengendarai motor lalu sampai di spot ini minggirkan motor dan bisa langsung ambil gambar dan bahkan belajar bagi para geolog? yang perlu diperhatikan adalah saat kita jalan menyeberang saja karena jalan beraspal yang diapit oleh batuan besar dan sungai ini berada di antara 2 tikungan blank spot.. jangan sampai karena melihat sesuatu yang menarik lalu melupakan sekitar ya..

sungai ini diberi nama luk ulo karena berkelok-kelok dari dataran tinggi menuju ke pantai yang masih berada di kawasan kebumen.. nbsusanto sendiri kurang paham dengan bagaimana terbentuknya sungai luk ulo ini, tapi yang pasti di bawah tanah kebumen ini terdapat sebuah sesar purba yang membentang dari pesisir kebumen ke arah dataran tinggi dieng berlanjut ke kawasan gunung muria hingga berakhir di kawasan pegunungan meratus di kalimantan.. makanya kalo diambil garis di peta, kawasan itu memang unik dibandingkan sekitarnya..

sampai di suatu pertigaan dengan ada jalan tanjakan.. bingung kami mau kemana.. ya sudah naik saja biar ada variasinya, yang ternyata disambut oleh pemandangan sawah terasering dengan di beberapa titik nongol bebatuan.. sekalian duduk sejenak dan menentukan mau lanjut naik lagi atau balik turun mengingat jalan di atas cukup sempit dan ekstrim sementara kami bawa silawe alias vario 125.. nggak bisa buat perang beneran seperti alien.. :mrgreen:

 

saat turun di jalan kecil itu kami melihat bebatuan yang menjulang tinggi dan menarik untuk diamati lebih dekat.. akhirnya adek turun dari motor sementara nbsusanto masih perlahan mengendalikan motor mendekat ke bebatuan itu karena medannya yang ekstrim dan nggak berani ninggal di daerah yang tak terlihat.. adek pun segera eksplor batuan tersebut.. rerumputan dan batu yang menonjol tidak jadi hambatan bagi kami.. karepmu le sakpuasmu le mempelajari.. sik penting wis kedurutan tekan kene to.. sinau meneh le.. :mrgreen:

di sekitar bebatuan yang nampak seperti pahatan itu berdiri banyak tumbuhan, entah itu rumput maupun tumbuhan berkayu.. warna hijau yang menambah kekayaan warna langit biru berawan siang itu.. nongol juga silawe, tenang saja jalannya masih ada batunya kok meski ditutupi rumput.. nggak mungkin lah angkut-angkut vario, abot ndes.. 😆

meneruskan perjalanan lagi kami menemukan plang nama bertuliskan “kali mandala batuan beku lava basalt” yang menunjuk pada sebuah sungai kecil di kawasan karangsambung ini.. cari tempat selo untuk naruh motor dan kami jalan kaki.. karena berupa kali, yang keinget seperti di lava bantal sleman.. lalu cari-cari jalan untuk turun.. kudu hati-hati sih meskipun sudah pakai sendal outdoor tapi di tas ada laptop.. nggak berani pethakilan.. :mrgreen:

memang bukan kawasan yang terlihat bersih, karena tidak dikelola untuk wisata, toh kebanyakan juga sampah organik.. dan disitu terlihat bebatuan basalt yang kalo tidak salah berasal dari lelehan lava gunung berapi.. sementara karangsambung ini tidak terlalu dekat dengan gunung berapi apapun.. nahlho.. apakah dari gunung purba?

balik lagi ke atas.. akhirnya bingung, mau lanjut jalan di area hutan pinus atau balik arah? kalau lanjut arah utara bisa tembus jalan purbalingga-dieng mungkin.. ada hal menarik juga mungkin.. akhirnya diputuskan untuk cari jalan mendekat ke sungai luk ulo lagi saja..

mengamati berbagai bentuk batuan unik yang ada di sungai luk ulo.. entah bagi para geolog itu batu biasa atau tidak, tapi bagi nbsusanto menarik untuk diabadikan.. nggak ada di daerah bantul soalnya.. apalagi di jakarta.. :mrgreen:

terlihat pula aktivitas dump truck di sungai luk ulo ini.. kalaupun nambang pasir boleh, tapi jangan kemaruk.. apalagi sampai merusak alam.. inget semua ini untuk generasi mendatang juga.. apalagi karangsambung merupakan salah satu warisan dari jaman purba yang menawarkan amphiteater serta laboratorium geologi alam bagi dunia..

lanjutkan perjalanan mencari masjid.. ngantuk tak tertahan lagi dan kami berdua pun merem hingga dzuhur.. lalu kembali naik motor untuk mencari lokasi-lokasi lain di karangsambung yang sempat muncul di google, di antaranya bebatuan yang kalo nbsusanto bilang seperti kayu pohon purba.. sayangnya petunjuk sangat minim.. tak ada petunjuk lebih lanjut.. saat mencoba menanyakan satu nama lokasi ke warga sekitar juga nggak pada tau.. mentok taunya alamat, tapi sampe di alamat, berhenti di dekat warga untuk menanyakan keberadaannya pun nggak ada info berarti.. waks.. akhirnya kami memilih duduk dan merencanakan selanjutnya gimana.. lanjut mencari atau pulang saja mengingat matahari sudah mulai tergelincir ke barat dan perjalanan ke bantul masih jauh dengan jalan yang kalo dilalui malam hari dengan motor kurang nyaman.. apalagi di bulan puasa.. yasudah balik saja..

karangsambung, kebumen.. suatu wilayah yang kaya akan ilmu pengetahuan serta pelajaran.. sebuah amphiteater dan laboratorium alam bagi para pencari ilmu serta pemandangan eksotik bagi para penikmat suasana alam.. kami yakin masih sangat banyak lokasi indah yang belum sempat kami mampir, lihat dan abadikan di karangsambung.. ya, kesalahan kami saat itu, yang memang nbsusanto akui sebagai masalah klasik, adalah kami waton pancal, tak banyak cari referensi, giliran sampai sana bingung, pake google dalam waktu terbatas juga nggak optimal.. alhasil sedapetnya saja dan adek pun berjanji akan lebih banyak mencari informasi tentang karangsambung dari literatur maupun teman-temannya di kampus untuk suatu saat nanti kami kesini lagi, dengan lokasi-lokasi tujuan yang jelas.. terakhir, mari kita jaga alam agar kita maupun penerus kita masih dapat menikmati pemandangannya serta mengambil pelajaran darinya.. semoga.. 🙂

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

 

Advertisements

9 Komentar

  1. Karangsambung kuwi ombo jebule. Aku gur kelingan wis tau foto-foto nang spot sing adimu nyeberang dalan kae. Sing liyane blazzz ra tau weruh. Opo neh ono hutan pinus e barang. Hadeh kurang suwi aku dolan nang Kebumen e…

    • nah kui mas.. awale yo tak pikir nggoleki spot koyo foto internet ki ra angel.. jebule.. tekon warga we rung karuan apal, efek saking jembare karo mungkin penamaan internet bedo ro terkenale ning kono.. tep kudu diagendakan ndono mas sampeyan.. ben mblusuk tenanan.. tur golek referensi titik lokasine mas mbangane bingung tekan kono.. 😆

monggo tanggapannya.....