Prameks lebih menarik jika berhenti di lebih banyak stasiun

assalamu’alaikum wr. wb..

warga di kawasan Purworejo, Yogyakarta dan Solo, pada umumnya sudah tidak asing dengan nama Prameks.. sebuah kereta komuter yang merupakan singkatan dari Prambanan Ekspress yang pada saat ini stasiun terminusnya di Stasiun Kutoarjo dan di Stasiun Solo Balapan.. memiliki beberapa jadwal perjalanan pada setiap harinya, kereta Prameks seringkali dipenuhi oleh penumpang.. memang jadwalnya tidak serapat KRL dan tiketnya harus beli dulu tidak seperti KRL yang bisa tap langsung masuk, meskipun bisa dibeli secara go show..

dengan waktu tempuh Kutoarjo – Yogya sekitar 1 jam dan Yogya – Solo juga sekitar 1 jam, memang Prameks sangat menarik.. bagaimana tidak, jika menggunakan roda karet perjalanan bisa memakan waktu 2 kali lipatnya.. apalagi harganya pun 8000 ribu rupiah saja untuk Kutoarjo – Yogya atupun Yogya – Solo.. ya konsekuensinya memang ada kemungkinan tidak mendapat kursi.. setidaknya ada fasilitas AC dan pada umumnya jenis kursi kereta berhadap-hadapan ala ekonomi non PSO seperti saat nbsusanto naik Prambanan Ekspress beberapa tahun lalu..

namun tidak semua orang di jalur yang dilalui kereta Prameks antara Kutoarjo hingga Solo bisa naik maupun berkomuter dengan mudah.. pada saat ini Prambanan Ekpres dalam sehari hanya melayani 4 trip Yogyakarta – Kutoarjo dan sebaliknya serta 10 trip Yogyakarta – Solo dan sebaliknya.. berarti jeda antar kereta memang rata-rata lebih dari 1 jam.. selain itu stasiun pemberhentian kereta Prameks hanya di Stasiun Kutoarjo, Stasiun Jenar, Stasiun Wates, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo (Bandara Adisucipto), Stasiun Brambanan, Stasiun Klaten, Stasiun Purwosari serta Stasiun Solo Balapan.. itupun tidak semua Prameks Jogja – Solo berhenti di Stasiun Brambanan.. hanya 2 trip ke Solo dan 7 trip dari Solo yang berhenti disini..

Stasiun Pemberhentian Kereta Prameks

memang stasiun tempat singgahnya Prameks pada umumnya berada di tengah kota.. namun jika dilihat Jalur Purworejo sampai dengan Solo, masih ada stasiun lain yang sebenarnya bisa dipertimbangkan untuk menjadi lokasi dimana kereta Prameks berhenti menaikturunkan penumpang.. misalnya :

1. Stasiun Wojo

sebuah stasiun kereta api yang berlokasi di perbatasan Purworejo dan Kulonprogo.. memang stasiun ini tidak terlalu terkenal sebelum bandara Yogyakarta International Airport di Kulonprogo digenjot.. sebenernya mungkin bisa menangkap beberapa penumpang asli sekitaran Stasiun Wojo maupun yang akan menuju bandara baru.. namun memang akan bersinggungan dengan kereta Bandara YIA yang memang melayani penumpang di Stasiun Wojo.. apalagi jika kelak jalur YIA – Wojo dibangun dan dioperasikan.. tinggal nanti kereta bandara berapa kali trip dalam sehari.. bukankah akan menguntungkan masyarakat umum jika lebih banyak pilihan?

2. Stasiun Sentolo

Stasiun Sentolo terletak di antara Jembatan Mbeling Kali Progo dan spot huntung foto favorit sekitar bekas Stasiun Kalimenur.. jika ada pemberhentian kereta komuter seperti Prameks di Stasiun Sentolo yang saat ini sudah ada 4 jalur dengan peron tengah sebenarnya dapat menarik penglaju kawasan timur Kabupaten Kulonprogo.. memang pada saat ini angkutan umum dari sana menuju Yogyakarta maupun wates hanya ada bus AKDP saja sehingga tidak heran banyak yang memilih menggunakan kendaraan pribadi meskipun terkadang agak macet..

3. Stasiun Patukan

di dekat Ring Road Barat Jogja ada sebuah stasiun kecil yang kadang fotonya di kala senja muncul di instagram.. mempunyai 5 jalur dengan peron tengah sebenarnya bisa membuat Stasiun Patukan dikembangkan menjadi pemberhentian komuter seperti Prameks.. apalagi jaraknya hanya sekitar 2 kilometer saja dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Jenderal Achmad Yani jika dijadikan tempat tujuan.. selain itu, mereka yang bertempat tinggal di kawasan Gamping dan sekitarnya dan akan menuju timur atau barat akan memiliki pilihan moda transportasi lebih banyak..

4. Stasiun Solo Jebres

sebagai stasiun paling timur di Solo, Prameks pernah berhenti di stasiun Solo Jebres.. bahkan terminusnya di Stasiun Palur di Karanganyar.. namun itu sudah menjadi kenangan.. sejak beberapa tahun terakhir Prambanan Ekspres hanya sampai Solo Balapan saja.. mungkin okupansinya tidak selalu penuh, namun sebenarnya jika kembali melayani relasi Solo Jebres bisa menarik minat masyarakat.. nbsusanto pernah lebih dari sekali kehabisan tiket kereta Jakarta-Jogja sehingga memilih kereta Majapahit Jakarta – Solo Jebres lalu lanjut angkutan lain menuju Jogja.. memang jarak Solo Jebres dengan jalan raya untuk kemudian nyegat bus trayek Jawa Timur tidak terlalu jauh.. namun apa tidak lebih praktis jika ada kereta komuter menuju Jogja? selain itu, adanya kereta komuter di Solo Jebres dapat menarik minat masyarakat di sekitarnya untuk menggunakan transportasi umum untuk menuju Stasiun Purwosari atau Solo Balapan jika mau naik kereta di dua stasiun tersebut..

5. Stasiun Lain-lain?

masih ada beberapa stasiun kecil lain di jalur Purworejo – Solo, di antaranya Stasiun Rewulu, Stasiun Delanggu, Stasiun Srowot, Stasiun Gawok.. stasiun tersebut juga bisa menjadi pemberhentian kereta Prameks jika memang akan ditujukan untuk berhenti di setiap stasiun.. memang belum nbsusanto bahas mendalam karena kurang referensi maupun aksesnya agak jauh dari jalan besar.. selain itu jika pemberhentian di Stasiun Brambanan tidak hanya pada jam tertentu saja, stasiun ini bisa dikembangkan untuk mengantar maupun menangkap pelancong yang akan berwisata di Candi Prambanan..

Sekalian Tambah Jadwal Perjalanan…

jika melihat jumlah trip dan jadwal perjalanan Prameks pada saat ini memang di beberapa jam sudah cukup mepet.. kereta hanya punya waktu sedikit untuk menurunkan penumpang di stasiun terminus, langsir dan dibersihkan untuk dipersiapkan diberangkatkan kembali.. dengan adanya penambahan stasiun pemberhentian maka waktu perjalanan mungkin untuk berubah..

selain itu perlu mempertimbangkan jam-jam strategis agar masyarakat memilih komuter dengan kereta.. misalnya, jam-jam berangkat dan pulang sekolah maupun kantor jarak antar trip bisa dibuat lebih rapat.. di luar jam tersebut bisa dibuat lebih longgar karena penggunanya pun tidak sebanyak jam kantor dan jam sekolah.. jujur saja kalau melihat jadwal saat ini memang agak kurang bersahabat untuk dijadikan pilihan seperti KRL..

kira-kira ada kritik, pendapat atau masukan lain terkait tulisan nbsusanto mengenai kereta Prameks ini? monggo.. 🙂

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

Be the first to comment

monggo tanggapannya.....