Lawang Sewu, nostalgia kejayaan Kereta Api masa lalu

assalamu’alaikum wr. wb..

Lawang Sewu.. sebuah nama yang mungkin bakal menjadi berbagai persepsi bagi para pendengar.. bangunan tua, lokasi angker, kota Semarang, kereta api.. mungkin beberapa kata kunci itu yang paling umum digunakan sebagai respon.. memang benar, Lawang Sewu merupakan bangunan tua di kota Semarang yang dulunya merupakan kantor perusahaan kereta api yang katanya angker.. tahun 2012 lalu, nbsusanto beserta beberapa temen hampir saja masuk ke Lawang Sewu.. sayangnya saat itu bangunan ini sedang direnovasi sehingga tidak bisa masuk.. ujungnya nongkrong di depannya.. namun di 2019, kesempatan itu datang lagi saat dolan ke Semarang bersama dek bojo.. ndilalah kok ngajaknya ke Lawang Sewu.. cocok.. meskipun kebetulan nggak bawa kamera.. :mrgreen:

dengan HTM sebesar 10 ribu rupiah saja per orang, pengunjung sudah bisa memasuki area Lawang Sewu.. jujur sesaat setelah membayar nbsusanto belum menemukan sesuatu yang sangat menarik perhatian, meskipun kalau sekadar menarik perhatian tentu saja arsitektur bangunan itu tak bisa hanya diamati sesaat.. berjalan menuju area lapang luar ruang di kawasan Lawang Sewu kemudian nbsusanto memilih melalui teras bangunan dan melihat-lihat ada apa sih sebenernya di dalam setiap ruangnya? jujur ekspektasi awal nbsusanto biasa saja terhadap bangunan eks kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) ini.. namun ternyata bahagia memang sederhana..

menemukan sebuah peta di dinding Lawang Sewu saja seneng banget.. memang bukan peta biasa, namun peta rel kereta api pulau jawa.. apa istimewanya? terdapat jalur-jalur yang kini telah mati.. nonaktif.. sederhana banget.. apalagi melihat jalur-jalur yang pernah dibaca sejarahnya di berbagai laman di internet.. entah berapa ratus kilometer jalur kereta yang menjadi korban roda karet serta kebijakan pemindahan rel ke lokasi lain.. jalur cijulang-pangandaran.. jogja-magelang-ambarawa.. jogja-bantul-palbapang-srandakan-sewugalur.. dan masih banyak lagi.. jalur kereta yang dulunya dilalui kereta penumpang, trem maupun kereta barang.. apalagi sambil follow beberapa akun IG yang sering memposting potret kereta di masa lalu..

kemudian di Lawang Sewu ternyata juga ada potret lawas beberapa jalur kereta api maupun berbagai prasarana lainnya.. salah satunya adalah foto lawas Jembatan Serayu.. sebuah bangunan hikmat di Daop V yang melintang Sungai Serayu dan menghubungkan Stasiun Kroya dengan Stasiun Purwokerto.. salah satu jalur kereta tersibuk di Pulau Jawa.. pada saat itu menurut keterangan pada gambar selain jalur kereta yang melintas di atas Sungai Serayu juga ada jalur trem di salah satu sisi sungai.. saat ini sudah banyak berubah.. Jembatan Serayu kini sudah mempunyai jalur ganda sebagai bagian dari program double track Purwokerto-Kroya yang menggantikan jembatan dengan jalur tunggal, dimana jembatan tersebut juga sudah bukan seperti pada gambar.. namun suasananya tetep syahdu..

bahkan ada pula peralatan dan kelengkapan prasarana kereta api di masa lalu yang dipamerkan di Lawang Sewu.. telegraph, mesin pencetak tiket, mesin hitung, telepon.. dan masih banyak lagi.. kondisinya masih cukup bagus dikurung dalam kotak kaca agar tidak terjamah.. ya memang efeknya agak susah difoto.. tapi demi keawetannya memang tidak masalah.. toh yang memfoto kebanyakan untuk medsos saja.. hasilnya juga sudah lumayan untuk dinikmati.. kalau mau liat yang bagus? ya datang sendiri saja.. :mrgreen:

kalau ini adalah barang peninggalan kereta api di masa lalu yang bisa dimiliki oleh masyarakat.. ya, tiket perjalanan kereta api yang kala itu menggunakan Edmonson Ticket.. mau tiket kereta jarak dekat semacam Prambanan Ekspres (Prameks) hingga kereta jarak jauh ya seperti ini.. kalau tidak salah nbsusanto masih merasakan masa tiket seperti ini, eh atau dulu tiket pemberian siapa ya.. lupa.. :mrgreen: selanjutnya setidaknya tiket kereta sudah 2 kali berubah dari masa tiket ini hingga tiket masa kini yang dari kertas tipis.. tentu saja logo perusahaan kereta api pun telah berubah..

di salah satu ruang di Lawang Sewu ada semacam prisma yang menampilkan lokomotif dari masa ke masa yang pernah beroperasi di Indonesia.. dari seri lawas yang tidak beroperasi hingga tentu lokomotif yang sangat jamak ditemui menarik kereta masa kini.. si puong alias CC 206.. nbsusanto lupa apakah seri CC 300 sudah ada atau belum.. namun tentu saja kalau ditanya lokomotif seri apa yang jadi favorit nbsusanto, jawabannya adalah si sprinter CC 203.. 😀

di ruang lain di bagian timur kawasan Lawang Sewu terdapat pula berbagai alat kelengkapan operasional kereta api.. jujur saja nyesel nggak bawa kamera karena hp maxpro yang dibawa meskipun sudah cukup untuk dokumentasi tapi rasanya kurang karena seharusnya bisa lebih lagi.. :mrgreen:

berjalan lagi di lorong lain Lawang Sewu isinya bukan tentang kereta melulu kok.. tentu saja desain arsitektur yang menarik dan pemilihan angle foto yang beragam.. apakah pintunya bener seribu? nbsusanto sendiri tidak iseng menghitungnya karena beberapa ruang memang tidak dibuka untuk umum..

saat mau keluar pandangan langsung tertuju ke sebuah lokomotif di halaman barat Lawang Sewu.. dolan ke Semarang dan mampir dengan masuk 10 ribu..  yup, kawasan Lawang Sewu memang sangat menarik bagi para penggemar kereta api maupun yang hobi foto.. jadi pengen dolan lagi ke Stasiun Ambarawa untuk naik kereta di jalur yang syahdu.. tapi kapan ya? :mrgreen:

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

monggo tanggapannya.....

    • betul.. sampai sekarang masih berharap jalur magti dihidupkan kembali kang.. setidaknya Yogya-Magelang-Ambarawa.. lalu Yogya-Bantul-Palbapang-Sewugalur yang sebenarnya bisa dilanjut sampai ke YIA..