kelebihan dan kekurangan Honda ADV 150 untuk perjalanan luar kota

assalamu’alaikum wr. wb..

setelah pada akhir tahun lalu mencoba Honda ADV untuk perjalanan hampir 20 kilometer, akhirnya bulan lalu nbsusanto mendapat kesempatan untuk mengendarai Honda ADV lebih jauh lagi.. medan luar kota dari Yogyakarta menuju kawasan Boyolali melalui Ketep Pass dan balik melalui Klaten.. rute yang mempunyai beragam kombinasi, mulai jalanan aspal, beton, datar, naik-turun, lurus, berkelok-kelok, padat, lengang, panas, hujan.. jalur tersebut tentu saja mencapai jarak sejauh lebih dari 100 kilometer.. cukup untuk memberi gambaran, seperti apa dan bagaimana Honda ADV melaluinya..

hal paling menyenangkan dari honda ADV adalah bagasinya yang besar itu cocok untuk perjalanan jarak jauh.. tidak perlu khawatir naruh jas hujan beserta beberapa perlengkapan lain di dalamnya.. tentu sangat memudahkan.. maklum sudah beberapa tahun terakhir bawa alien CS1 yang bagasinya nganu sekali harus bawa tas kemana-mana.. sebelumnya pakai tricolore Supra 125 gen 1 saja sudah terasa cukup walau kadang kurang.. oya untuk jok, jujur saja sih motor jaman sekarang joknya sudah tidak senyaman dulu.. tak usah jauh-jauh ke jaman Astrea, bandingkan dengan generasi Supra saja..

start dari kawasan Jalan Magelang sudah dinanti oleh lalu lintas agak padat berlanjut lengang.. Honda ADV melaluinya dengan enteng.. tarikannya memang tidak galak, tapi mencapai 100 kilometer per jam tidak membutuhkan jalan yang sangat panjang dan lengang.. posisi duduk lebih mengarah ke motor untuk touring meski entah kenapa agak kurang pas rasanya.. ditambah dengan tinggi 169 cm, kaki tidak bisa sepenuhnya lurus rileks.. harus sedikit ditekuk.. pastinya akan lebih menyenangkan kalau bisa lurus seutuhnya, setidaknya untuk tinggi badan 170 cm..

berbelok menuju Boyolali melalui Ketep Pass, nbsusanto harus melalui jalanan yang dipenuhi oleh berbagai tanjakan dan kelokan.. mulailah Honda ADV diuji secara lebih intens, meskipun tanjakannya masih bukan tanjakan sangat ganas.. nah disinilah mulai terlihat bahwa Honda ADV memang masih mampu menaklukkan jalanan-jalanan di kawasan Ketep Pass serta beberapa jalan kecil yang jauh lebih curam tanjakannya.. namun patut dicatat bahwa tenaganya bener-bener terasa kurang.. nggak bisa diajak kenceng di tanjakan, bahkan dengan memain-mainkan gas tetep saja tenaganya segitu-segitu saja.. apa ekspektasi yang terlalu tinggi? memang sih bodi besar.. tapi Vario 125 ESP sanggup menaklukkan tanjakan bukit paralayang wonogiri dengan enteng padahal boncengan.. selain itu terlihat di indikator pemakaian BBM sesaat langsung menjadi boros banget.. memang biasanya kendaraan seperti itu saat digeber melintas tanjakan, tapi tentu saja harus dapat feedback tenaga yang melimpah..

melalui jalanan penuh belokan tentu saja butuh kemudahan manuver.. body besarnya tidak membuatnya susah diajak manuver.. pengereman pun mendukung kemampuan Honda ADV ini.. tidak ada hambatan berarti yang nbsusanto temui untuk bagian ini.. hanya perlu penyesuaian di awal saja karena memang setiap motor mempunyai karakter yang berbeda, apalagi sebelumnya lebih sering riding jarak jauh dengan jalan penuh belokan dengan tricolore yang secara tipe saja sudah berbeda.. shockbreaker menurut nbsusanto secara feeling mengendarai masih dapat diterima meski sedikit keras sehingga kalau kena lubang terdengar suara yang kurang nyaman.. syukurlah saat menemui turunan curam, selepas hujan, dan ndilalah kok ya jalanan beton, grip ban Honda ADV masih mampu menghandlenya.. tentu saja hal ini diimbangi dengan permainan rem, tidak langsung asal tarik tok.. asal tarik tok ya bisa bubar..

untuk selanjutnya melaju di jalanan antar kota kembali, tapi dengan tempo yang lebih tinggi.. untuk cruising memang Honda ADV cukup nyaman.. meskipun masalahnya lagi-lagi tenaga saat dibetot kurang mantap yang membuat mikir-mikir saat menyelip kendaraan lain.. perlu ancang-ancang dan perkiraan yang tepat agar yang diselip maupun kendaraan lain tidak terpengaruh.. digeber saat hujan deras, selain faktor-faktor kekurangan tadi, Honda ADV tidak mengalami masalah.. hingga akhirnya sampai kembali ke jogja menjelang senja sehingga tidak menguji kemampuan lampunya, meskipun nbsusanto sendiri pernah membandingkan bahwa lampu Honda ADV lebih terang dibandingkan Vario 125 ESP sehingga seharusnya untuk berkendara malam hari pun cukup mumpuni.. finish di Jogja, nbsusanto sendiri tidak melakukan pengujian bahan bakar secara full to full, namun dari indikator didapat konsumsi BBM rata-rata Honda ADV untuk perjalanan itu berkisar di 42,xx km per liter.. tentu beda orang dan beda kondisi kendaraan berpengaruh, namun selama sehat dan trayek mirip seharusnya hasil tidak terpaut jauh..

jadi bisa diringkas beberapa poin tentang hal netral, kelebihan, dan kekurangan Honda ADV untuk perjalanan luar kota menurut pengalaman nbsusanto, di antaranya..

Netral :
1. pengereman
2. kecepatan cruising
3. konsumsi BBM (masih penasaran metode full to full)

Kelebihan :
1. bagasi besar
2. manuver tidak susah meski bodi bongsor
3. lampu terang

Kekurangan :
1. posisi duduk terasa aneh dan kaki tidak bisa sepenuhnya lurus
2. tenaga tidak seperti ekspektasi
3. shockbreaker keras
4. jok tidak senyaman motor jaman dulu

jadi itulah yang nbsusanto rasakan 100 km lebih bersama Honda ADV.. belum tentu sama dengan pendapat yang lain.. untuk yang akan membeli honda ADV, akan lebih baik selain membaca tulisan nbsusanto juga melaksanakan tes ride sendiri.. memang kalau boleh jujur di awal keluarnya dulu, Honda ADV ini sempat menarik perhatian.. trus kok sampai sekarang belum beli? lha duitnya buat kuliah, buat beli popok anak, dan lain-lain.. 😆

suwun ardiantoyugo fotone.. 😎

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

2 Komentar

monggo tanggapannya.....