tes ride 2020 Honda Scoopy, mumpuni untuk sehari-hari

assalamu’alaikum wr. wb..

sejak tricolore berpindah tangan, terjadi rotasi kendaraan di garasi rumah.. bapak memakai Supra “robotireng” dan sesekali Astrea 800, nbsusanto memakai CS1 “alien”, adek memakai Vario 125 “silawe”.. lalu ibuk dibelikan Scoopy seperti dalam artikel sebelumnya.. dampaknya, nbsusanto bisa melakukan tes ride tidak hanya dalam waktu singkat dan tidak terbatas jarak.. pokoke butuh dan ada, bisa nbsusanto gunakan.. makanya di judul nbsusanto berani menulis sehari-hari..

oiya, di artikel ini nbsusanto tidak akan menuliskan hal yang sangat teknis.. murni impresi yang subyektif, namun insyaallah nbsusanto masih punya benchmark riding meskipun tidak seberagam dulu.. kemudian dengan status motor yang memang tidak digadang-gadang akan kelebihan yang wah, nbsusanto juga tidak berekspektasi tinggi.. cukup parameter kenyamanan, seberapa mampu diajak lebih kencang jika dibutuhkan.. untuk konsumsi BBM, nbsusanto belum bisa mengujinya.. yang pasti sehari-harinya Scoopy ini mengonsumsi pertamax..

untuk menduduki Honda Scoopy, tidak perlu tubuh yang tinggi.. jok pun tidak terlalu lebar.. masih lebih mudah untuk berdiri dan duduk di jok Scoopy dibandingkan Vario 125 LED.. hal sederhana namun cukup berefek pada kemudahan motor untuk digunakan harian.. tidak masalah jalan yang dilalui lengang maupun cukup padat.. selain itu, motor juga tidak terasa berat..

beralih ke tenaga mesin.. mau akselerasi sekencang apa? namanya matic untuk harian, nbsusanto rasa Scoopy cukup berisi.. untuk komuter di jalan provinsi bisa ngatasi.. tentu saja kalau yang suka sruntulan masih ada matic lain yang lebih nendang akselerasinya.. topspeed? matic < 125cc bisa mudah mencapai 80 km/jam dan bisa stabil itu sudah cukup kok.. 3 digit di speedometer juga masih dapat dicapai.. memang ekspektasi tidak muluk-muluk.. kalau mau ekspektasi lebih tinggi, lebih baik pilih yang mempunyai kubikasi lebih besar atau memang berteknologi lebih modern..

fitur pengereman? tidak berbeda jauh dengan matic lain, termasuk Vario 125 LED.. teknologi disc brake dan tromol, serta adanya fitur CBS.. untuk itu wajib dijaga agar tidak menjadi penyakit.. memang kalau punya waktu, biaya, dan kemauan, ke bengkel itu tidak susah.. kalaupun tidak, wajib untuk memahami ketika ada anomali.. jujur saja nbsusanto dan orang rumah bukan tipe pengguna yang tertib servis sesuai jadwal, pengalaman di motor sebelumnya kalau setelah servis malah kudu ngecek ada ganjelan tidak, harus menyesuaikan setelan, dan lain-lain, kadangkala malah lebih enak sebelumnya.. cukup ganti oli dengan tertib.. setahun 1-2x juga cukup untuk servis, padahal sebulan bisa 1000 km lebih.. toh nyatanya motor-motor di rumah malah masih waras, kecuali karena termakan usia..

impresi posisi riding? nah ini.. berbeda dengan Vario 125 LED, tampaknya Scoopy ini didesain untuk komuter tidak sejauh Vario 125 LED.. kalau di aspek ini tampaknya nbsusanto kurang cocok kalau motor ini dibawa seperti silawe, apalagi tricolore.. tapi memang belum sampai dicoba untuk riding AKAP.. Covid-19 masih belum berakhir.. selain itu ada thole yang tidak bisa ditinggal-tinggal sembarangan seperti saat masih jomblo eh sendiri eh single..

impresi lampu sudah pernah nbsusanto bandingkan di artikel beberapa bulan lalu.. cukup namun untuk melibas jalanan yang belum biasa dilewati, lampu motor yang lebih terang itu lebih enak.. oya, jangan pernah menggunakan lampu jauh saat berpapasan dengan kendaraan lain.. blereng lek!

apalagi ya? mungkin untuk saat ini sudah cukup sekian reviewnya.. nanti kalau ada yang bisa ditulis, mungkin akan nbsusanto teruskan disini atau di artikel lain.. kesimpulannya, Honda Scoopy memang mumpuni untuk sehari-hari, meskipun harganya sudah tidak murah lagi.. namun dibandingkan dengan yang lain, nbsusanto melihat ini yang paling menarik..

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

1 Komentar

monggo tanggapannya.....