test ride e-bike Polygon Path E5, mengajak pergi (lebih) jauh

sesiassalamu’alaikum wr. wb..

beberapa hari yang lalu nbsusanto sedang scroll instagram dan sampai juga di postingan Rodalink bahwa ada program test ride e-bike dari Polygon.. selain kesempatan menjajal sepeda, ada kesempatan dapat doorprize.. langsung nbsusanto bertanya, apakah di Jogja ada? gayung pun bersambut.. ya, ternyata di Rodalink Jogja bisa menjajal berbagai macam e-bike.. langsung deh hari berikutnya gas dan benar saja tersedia Polygon Path E5, Kalosi Miles, dan Gili Velo.. kesempatan pertama nbsusanto menjajal Polygon Path E5..

briefing sebentar oleh PIC dari Rodalink, termasuk cara pemindahan mode berkendara pada berbagai sepeda unik ini.. nbsusanto baru memahami mekanismenya bahwa tenaga listrik baru bekerja pada saat pedal dikayuh, bukan seutuhnya listrik tanpa menggejotnya.. di Polygon Path E5, motor electric-pedal assist ini terletak di bagian bottom bracket.. kapasitas baterai Shimano yang ditanamkan adalah sebesar 504 Wh.. mode yang digunakan ditampilkan pada layar yang berada pada stang dan menjadi satu dengan tombol pemindah mode.. tersedia mode Eco, Normal, dan High sesuai dengan kebutuhan pengendara..

bentuk sepeda Polygon Path E5 ini sepintas menyerupai MTB namun penggunaannya lebih ke arah sepeda urban.. kelengkapan standar yang didapat antara lain rear carrier (boncengan, bukan boncenger 🤪), fender, standar samping, dan lampu sepeda.. posisi baterai cukup mencolok di rangka tepatnya batang bawah.. oiya, posisi stang terlihat pendek jika dibandingkan dengan MTB yang biasa nbsusanto lihat, misalnya Xtrada 5.. sementara itu gear depan tersedia 1 saja dengan ukuran 44T dan gear belakang 10 percepatan.. groupset yang digunakan adalah Shimano Deore..

masuk ke sesi test ride.. sayangnya lokasi testride yang disediakan hanya di parkiran Rodalink saja.. meskipun hal tersebut bisa dimaklumi karena penyediaan lokasi test ride yang luas, apalagi di jalanan umum, dalam jangka waktu lama itu tidak mudah.. setidaknya mendapat gambaran singkat dari Polygon Path E5 ini.. untuk posisi duduk memang rasanya memang stang terlalu rendah bagi nbsusanto.. mungkin ukurannya yang kurang pas ya.. nbsusanto sendiri kemarin tidak sempat bertanya lebih lanjut tentang ukuran yang banyak tersedia.. lalu nbsusanto pun mulai mengayuh sepeda..

hmm.. awalnya nbsusanto belum ngeh bagaimana rasanya hingga sadar bahwa kayuhan memang lebih enteng meskipun tidak terlalu signifikan.. ya mode Eco pada saat stamina masih prima sih.. apalagi tenaga baterai yang tersalurkan pada sepeda Polygon Path E5 ini cukup smooth dan tak ada hentakan.. beralih ke mode Normal dan High tentu saja tenaga yang didapatkan lebih besar, namun menurut nbsusanto masih cukup smooth.. dampak dari posisi motor electric-pedal assist yang di bottom bracket kah?

berdasarkan diskusi dan menengok ke spesifikasi, motor listrik ini dapat bekerja mendukung kayuhan sampai dengan 32 km/jam.. jika sudah mencapai kecepatan tersebut, motor listrik akan berhenti bekerja.. menurut Polygon dan Rodalink hal ini dilakukan demi keselamatan berkendara.. ya memang mengendalikan sepeda di kecepatan tersebut sudah tidak lagi mudah meskipun kecepatan kayuhan maksimal sepeda mampu melebihi kecepatan tersebut.. disesuaikan dengan semua part dan kepada sepeda ini ditujukan..

Polygon Path E5 ini dibanderol dengan harga sekitar 22 jutaan rupiah.. harga yang memang menunjukkan bahwa kelas yang disasar memang bukan untuk semuanya, namun bagi yang mencari kelebihan dari suatu sepeda dengan budget cukup lega.. lha bagaimana lagi, sudah berada di atas harga motor matic 125 cc.. 🤣

sebagai penutup, Polygon Path E5 adalah sepeda yang memudahkan penggunanya untuk berkendara dengan jarak lumayan jauh maupun tanjakan yang cukup terjal dengan teknologi electric-pedal assist.. memang tidak bisa full elektrik, namun malah membuat sensasi mengayuh sepeda tetaplah ada.. tenaganya nbsusanto cukup mumpuni, meskipun yang lebih besar juga ada.. yang menyenangkan, hentakannya sangat smooth sehingga cocok untuk bersepeda kota-kota.. untuk touring pun nampaknya sudah cukup mumpuni.. tinggal tambahkan beberapa aksesoris selain yang sudah terpasang dan tinggal pancal.. jangan lupa dicas terlebih dahulu..

semoga ke depannya dapat kesempatan untuk test ride yang lebih mendalam.. 😁

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

About nbsusanto 1033 Articles
Nur Budi Susanto - https://dolanotomotif.com/ seorang blogger yang menggemari otomotif, jalan-jalan, fotografi, teknologi, transportasi, dan kereta api. silakan tinggalkan komentar, kritik, dan saran atas tulisan saya. boleh juga japri saya di kankkunkblog@gmail.com.

3 Komentar

  1. Ya gak bisa dibandingkan dengan motor matic dong. Masa jeruk dibaningkan apel.
    Segmen pasarnya memang beda. Ini khusus untuk para senior yg sudah makan roadbike atau MTB. Jadi buat saya yg lansia tp tetap hobi bersepada, sangat cocok. Jadi bukan buat kalian yg masih muda dan kuat. Malu kalo pake ini. Tinggal liat siapa yg cepat sampai ke puncak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*