Sehebat Apa Tim Dinamit Akan Meledak di Piala Eropa 2020?

Kisah manis timnas Denmark atau yang sering dijuluki dengan “Tim Dinamit” kembali berlanjut di gelaran Piala Eropa 2020. Hal ini tentunya mengejutkan banyak pihak, pasalnya pada pertandingan pertama Denmark terpaksa tidak dapat menggunakan “motor serangan” andalannya, Christian Eriksen yang mengalami kolaps. Tim yang mengawali kejuaraan dengan hasil sangat tidak memuaskan dengan kekalahan di dua laga awal seakan “meledak” di pertandingan selanjutnya. Pertandingan ketiga di fase grup yang menjadi pertandingan hidup mati mampu dilewati dengan gagah, setelah berhasil memukul mundur Rusia dengan skor 4-1.

Memasuki fase gugur, timnas Denmark seakan membuktikan kalau pantas dijuluki dengan sebutan “Tim Dinamit” yang sewaktu-waktu dapat meledak dengan langkah meyakinkan di babak 16 besar dan perempatfinal. Tidak tanggung-tanggung, Wales yang diperkuat oleh Gareth Bale dan Aaron Ramsey harus menelan pil pahit setelah dipecundangi dengan skor 4-0.

Setelah itu, Ceko menjadi lawan yang dihadapi di babak perempatfinal. Tentunya, duel dua negara ini bisa disebut dengan duel tim kuda hitam. Pasalnya, banyak pengamat yang tidak memperkirakan kedua tim ini mampu melangkah sejauh ini. Di stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, tim Denmark yang dipimpin oleh salah satu pilar pertahanan AC Milan, Simon Kjaer mampu meredam gempuran Ceko yang dimotori oleh striker haus gol, Patrik Schick. Pertandingan yang diawali dengan keunggulan Denmark melalui lesakanThomas Delaney dan Kasper Dolberg hanya mampu dibalas dengan satu gol yang dilesakkan Patrik Schick. Alhasil, Denmark berhasil melaju ke babak semifinal dengan keunggulan 2-1.

Tentunya, dengan capaian hingga babak semifinal menambah semangat dalam jiwa-jiwa muda pemain Denmark untuk mengulang kesuksesan 29 tahun silam. Pada saat itu, Denmark yang diperkuat oleh salah satu kiper legendaris, Peter Schmeichel berhasil membawa pulang trofi Piala Eropa. Sang anak yang pada gelaran Piala Eropa 2020 bertugas menjaga gawang Denmark ingin mengukir sejarah dengan menambah catatan indah keluarga “Schmeichel”.

Akan tetapi, bukan langkah yang mudah untuk Denmark bisa mewujudkan impian itu. Pasalnya, di babak semifinal ini Denmark ditantang dengan tim yang sama sekali belum pernah merasakan kebobolan pada EURO 2020 ini, Inggris. Tentunya penampilan cemerlang dari pemain-pemain muda seperti, Joakim Mahle, Mikkel Damsgaard, dan Kasper Dolberg patut dinantikan di laga ini. Pemain syarat pengalaman seperti Kasper Schmeichel, Simon Kjaer, Andreas Christensen menjadi tokoh-tokoh yang menguatkan mental saat pertandingan berlangsung. Tidak lupa, keinginan skuad Denmark untuk mengangkat trofi sebagai “obat pelipur lara” Christian Eriksen menjadi motivasi tersendiri. Kita tunggu saja, sehebat apa tim Dinamit ini akan meledak.

Be the first to comment

monggo tanggapannya.....