Riding Review Supra GTR 150 di Jalanan Kota Semarang

assalamu’alaikum wr. wb..

Supra GTR 150.. sebuah bebek super dari pabrikan Honda yang telah mengaspal sejak 5 tahun lalu.. memang nbsusanto baru mendapat kesempatan menjajal motor itu pada tahun 2019 namun belum sempat tertulis di artikel.. alhamdulillah kemaren saat ke Semarang dipinjami motor yang sama untuk mengingat kembali bagaimana rasanya, untuk selanjutnya dituangkan pada artikel ini..

nama Supra sendiri merupakan nama yang telah dikenal sebagai motor bebek yang nyaman, tarikannya tidak ganas, meskipun lumayan bisa diajak kencang kalau tarikan gasnya pas.. nah itu yang membuat nbsusanto sempat heran 5 tahun lalu.. kok muncul Supra GTR 150 yang menggunakan mesin 150 DOHC yang sama dengan CB 150R dan Sonic 150R? menggunakan monoshock pula..

impresi pertama nbsusanto saat memegang Supra GTR 150 ini, kok rasanya seperti bukan klan Supra pada umumnya ya.. tinggi bagi boncenger.. apalagi ketiadaan bagasi di bawah jok.. wah kesan praktis yang biasa ada pada Supra pun hilang.. apalagi jika dibandingkan dengan seri 125 cc yang pas bagi mobilitas nbsusanto..

mencoba menyalakan mesin dan merasakan feeling gas dan rem.. lho kok akselerasinya lumayan galak dengan sembarang tarikan gas.. sesuatu yang tidak ditemukan di Supra 100 dan 125 cc.. mereka bisa diajak kenceng dari awal, tapi ya harus diurut gasnya.. sekalinya salah, bubar.. di Supra GTR 150 ini aman.. nafas pun cukup panjang yang memang menjadi khasnya Supra.. terasa lebih panjang dibandingkan dengan Sonic 150R meskipun memang si ayago lebih ganas..

di jalanan kota Semarang, nbsusanto memang tidak melaju kencang, hanya menjaga agar rpm tidak tinggi saja saat diajak melaju dengan kecepatan rata-rata pengendara di sana.. sesekali narik gas agak gedhe dan Supra GTR 150 ini bisa diajak lumayan ngebut, meski entah top speednya berapa.. selain itu, handlingnya cukup oke.. bisa dipahami mengingat sasisnya berjenis twin tube yang memang lebih stabil dibandingkan rangka bebek biasa..

hanya saja pengalaman berkendara tersebut mendapatkan nilai minus dari kerasnya shockbreaker, selain dari kerasnya jok.. untuk riding dengan durasi yang tidak hanya sekadar pergi ke warung, ini bukanlah Supra pada umumnya.. posisi duduk harus disesuaikan secara berkala agar tetap nyaman mengendarai Supra GTR 150.. masukan bagi Honda untuk memasangkan jok yang lebih empuk dan tebal serta penggunaan shockbreaker yang lebih lembut.. kalau untuk unit lama ya mau nggak mau ganti jok dan shockbreaker..

apalagi ya? oya terkait lampu LED putih yang memang sekarang jamak digunakan di motor.. sebenarnya sudah cukup lumayan untuk harian meski di beberapa kasus posisi lampu menghadap terlalu tinggi sehingga menyilaukan kendaraan dari lawan arah.. tapi bagaimanapun masih terasa mengkhawatirkan kalau hujan turun.. mungkin jika warna yang dipilih adalah warm white akan lebih baik untuk menerjang hujan..

nbsusanto kira hal ini sudah mewakili tentang Supra GTR 150 yang dirasakan berdasarkan pengalaman beberapa kali mengendarai di kota Semarang.. sebagai penutup, kalau boleh berpendapat, Supra GTR 150 ini malah aura Supra nya kurang terasa.. nampaknya lebih cocok menyandang nama Blade 150 mengingat pada mesin 110 cc dan 125 cc, Blade memang tercipta dengan desain lebih agresif dibandingkan bebek Honda yang berkubikasi sama.. tapi ya pertimbangannya banyak.. orang lebih familiar dengan Supra meskipun beda rasanya.. 😁

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

About nbsusanto 980 Articles
Nur Budi Susanto - https://dolanotomotif.com/ seorang blogger yang menggemari otomotif, jalan-jalan, fotografi, teknologi, transportasi, dan kereta api. silakan tinggalkan komentar, kritik, dan saran atas tulisan saya. boleh juga japri saya di kankkunkblog@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*