Review Indorent, Bus Fenomenal Yogya – Jakarta

assalamu’alaikum wr. wb..

belakangan ini intensitas ngisi blog agak menurun karena satu dan berbagai hal.. ya kerja, ya wira-wiri, ya mencintaimu, dek.. halah.. namun yang patut disyukuri, nbsusanto malah dapat kesempatan naik bus double decker paling fenomenal di 2022 ini saat harus ke Jakarta dari Yogya.. Indorent..

minggu malam memang tidak mudah dapat angkutan ke Jakarta, apalagi kalau tidak disiapkan jauh-jauh hari.. roda besi pasti ludes bahkan kelas luxury.. cuma bisa berharap trainset tambahan.. pesawat senin pagi juga kurang bersahabat bagi yang harus sampai pusat kota sebelum jam 9..

solusinya adalah bus.. itupun biasanya PO besar sudah ludes untuk armada regulernya.. namun ndilalah, masih ada bus yang tersedia tiketnya.. tentu, bukan bus untuk kaum mendang mending.. cukup banyak diperbincangkan, harga bus ini memang bukan bersanding bus lain.. levelnya, roda besi eksekutif favorit.. Taksaka..

ya, harga tiket bus Indorent double decker ini mulai dari 400 ribu untuk eksekutif deck atas, 425 ribu untuk super eksekutif deck bawah, dan 450 ribu untuk sleeper class deck bawah.. sementara si ular Taksaka di 495 ribu.. mahal? ya relatif.. tapi namanya penasaran.. apa sih yang membuat bus ini layak dihargai mahal?

nbsusanto pernah diberitahu bahwasanya bus tingkat itu yang mewah ya di deck bawah.. saat itu yang tersedia untuk jejeran, seat nomor 2 dan 3.. yasudah pesen sekalian lhawong bareng temen.. di tiketnya, bus diberangkatkan jam 18.30 dari Terminal Giwangan.. cocok.. tak perlu buru-buru dari rumah.. maklum saat merantau di ibukota dan pulang jumat kembali ahad nggak pernah pakai bus karena jamnya kurang pas..

sekitar jam setengah 5, untungnya sudah dalam perjalanan, dikabari oleh temen bahwa bus sudah berangkat dari Jombor dan tidak lama berhenti di Giwangan.. jangkrik.. ternyata ada kesalahan di sistem pemesanan.. cukup fatal sebenarnya, apalagi pemberitahuan baru sejam sebelum keberangkatan..

tiba di Giwangan, ternyata bus berhenti di Indomaret sebelah pintu masuk bus.. sepertinya mentok ya tingginya, makanya bus yang dipersenjatai Volvo B11R 10.800cc nggak masuk.. setelah diamati lagi, ternyata font bus Indorent dan Indomaret itu segaris.. masih satu kerajaan kah? apalagi Volvo juga dibawa oleh Indotruck..

prami dan crew bus membantu memasukkan barang ke bagasi bagi yang membutuhkan.. ada stiker yang ditempel ke barang di bagasi, persis sistem di pesawat.. mantep sih ini.. lalu kami pun masuk dan diabsen agar bus segera berangkat.. mulai lah eksplorasi interior bus Indorent yang akan menemani sepanjang malam perjalanan ini.. apalagi, dari posisi ini nbsusanto dapat melihat kalau hampir di setiap lampu merah, bus Indorent ini jadi pusat perhatian.. 🤣

seat khusus di bawah berbentuk ala bucket.. harusnya nyaman.. namun risiko juga di deck bawah, tidak ada bagasi di atas kursi.. kalau mau yang ada bagasi, bisa pilih deck atas.. jadi memang harus menyesuaikan tas yang dibawa.. space juga tidak banyak.. apalagi seat nomor 2 ternyata jackpot..

seat yang harusnya bisa direbahkan secara elektrik, baru sedikit sudah kepentok tangga kecil ke lorong antara sleeper yang menghubungkan dengan bagian kemudi.. legrest tidak dapat dioptimalkan.. nbsusanto pun memilih selonjor di pinggir lorong.. bagaimana lagi, benar-benar tidak ada ruang untuk kaki dan barang.. 🤣

kalau untuk entertainment, fasilitas bus Indorent double decker ini memang tidak main-main.. tersedia free wifi yang dapat diakses menggunakan smartphone maupun perangkat AVOD yang berada di setiap seat.. koneksi cukup lancar.. pilihan menu AVOD bisa untuk youtube, browsing, juga nonton TV melalui MIVO.. tersedia jack audio 3,5 mm untuk menikmati output suara dari alat ini.. untuk kemudahan, tersedia 2 port USB per seat khusus untuk mengecas hp.. tidak boleh laptop dan powerbank..

di awal perjalanan, nbsusanto sempatkan naik ke deck atas untuk melihat-lihat.. ternyata di seat deck atas malah tersedia meja lipat seperti di kereta eksekutif.. legrest tentu tersedia.. hanya modelnya bukan bucket saja.. agak heran juga, kok sepertinya lebih menarik dan nyaman di deck atas ya? bisa lihat pemandangan.. lebih mudah bikin teh.. padahal lebih murah.. 😅

hanya saja, bus ini cukup sering berhenti untuk menaikkan penumpang.. memang sih khusus penumpang yang memang sudah pesan tiket, tidak bisa sembarangan.. di satu sisi memudahkan karena tidak harus ke terminal.. di sisi lain, ada waktu berhenti yang kalau diakumulasi menambah waktu perjalanan.. padahal, masuk terminalnya setelah di Giwangan ya Terminal Klaten saja sebelum masuk ke tol Trans Jawa di Gerbang Tol Kartasura..

setelah Klaten, snack dibagikan.. isinya pun cukup menarik karena ada 2 buah roti Holland Bakery dan 1 botol air mineral 600 ml.. selain itu, tersedia teh, kopi, serta pop mie yang dapat dinikmati penumpang bus Indorent tanpa bayar lagi.. bisa bikin sendiri, bisa juga minta tolong mbak prami.. malah ditawarin kok.. nbsusanto ya mau saja kalau pop mie.. cocok dinikmati di tengah dinginnya bus sambil berjalan menuju rest area 360B untuk santap malam..

begitu masuk tol, bus sempat dipacu di 120 km/jam.. namun singkat saja karena sempat keluar di Boyolali untuk menaikkan penumpang.. setelah masuk tol lagi, tercatat kecepatannya sekitar 100 km/jam saja.. sudah diatur demi alasan safety dan kenyamanan kah? halus dan tidak berisik suspensinya.. tapi memang bukan bus balap, lhawong Sinar Jaya DD yang berangkat belakangan di Klaten saja bisa mendahului.. sempat nempel Rosalia Indah DD, tapi akhirnya menjauh lagi..

hampir jam 10, bus Indorent masuk ke rest area 360B dan berhenti di dekat Rumah Makan Ibu Haji Cijantung.. ya, servis makan disini.. tersedia menu sop iga atau ayam goreng yang bisa dipilih saat beli tiket maupun saat awal perjalanan.. lokasinya cukup lapang dan begitu kami masuk, telah diatur sedemikian rupa dan diberi nomor sesuai nomor seat di dalam bus.. ya, sudah terhidang sesuai pesanan dan tinggal dilahapi.. lokasinya dekat pula dengan masjid sehingga sempat sholat jamak dulu..

sekitar 40 menit berhenti, bus pun melaju menyusuri tol trans jawa lagi.. kecepatan memang tetap di 100 km/jam saja.. tidak ada yang istimewa karena nbsusanto memilih untuk tidur menggunakan selimut dan bantal yang disediakan sebagai fasilitas bus.. mode lampu yang temaram memang membuat nyaman untuk istirahat..

sempat terbangun jam 3 lebih, nbsusanto cek di maps baru sampai sekitar cikampek.. jalan macet khas senin dini hari.. mungkin sejam lagi sampai.. memilih merem lagi hingga jam 4 lebih bus berbelok.. nbsusanto kira, keluar di sekitar Bekasi untuk menurunkan penumpang.. jebulnya sudah masuk JORR dan tepat adzan subuh, sekitar 4.43, bus Indorent mendarat dengan sempurna di Terminal Pulo Gebang..

alhamdulillah perjalanan yang nyaman dan berkesan.. secara umum, review plus minus yang nbsusanto rasakan di bus Indorent ini adalah sebagai berikut..

+ bukan untuk kaum mendang mending..
+ AC duingin..
+ servis snack mantab..
+ free wifi..
+ free popmi, teh, kopi..
+ servis makan enak dan pas sampai sudah tersedia di meja yang diberi tanda nomor kursi..
+ sopiran alus.. stabil 100 kpj.. tembus 120 pas kartasura tok..
+ tepat adzan subuh mendarat di pulogebang.. 11 jam 10 menit perjalanan masih bisa ngejar jam kantor di ibukota..

– deck bawah apalagi seat no 2 fail, lebih baik deck atas atau sleeper sekalian kalau available..
– jam keberangkatan maju sejam dari website, untung udah deket Giwangan..
– mahal..
– bukan bus balap.. sempet nempel Rosalia Indah DD, tapi lepas jauh.. diselip Sinar Jaya DD juga..

lalu kenapa naik? ya karena ada yang bayarin.. kalau enggak ya balik jadi kaum mendang mending.. 🤣

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

About nbsusanto 1017 Articles
Nur Budi Susanto - https://dolanotomotif.com/ seorang blogger yang menggemari otomotif, jalan-jalan, fotografi, teknologi, transportasi, dan kereta api. silakan tinggalkan komentar, kritik, dan saran atas tulisan saya. boleh juga japri saya di kankkunkblog@gmail.com.

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*