MSI PS42, memang sudah waktunya butuh laptop yang enak dibawa mobile

assalamu’alaikum wr. wb..

mulai pertengahan tahun 2019 banyak hal yang berubah.. salah satunya adalah laptop Asus A456U yang sudah dikembalikan ke pemiliknya sehingga pilihannya adalah menggunakan lagi Asus A43SA buatan 2012.. memang spek i3 dari 7 tahun lalu masih bisa menangani pekerjaan office standar, CAD sederhana serta untuk browsing.. namun memang suara kipas sudah cukup berisik karena memang tak pernah dibersihkan.. kemudian ketahanan baterai sudah mencapai titik terendahnya, alias ngapa-ngapain harus nyolok ke listrik.. selain itu bobot laptop tersebut memang terasa cukup berat jika harus dibawa kemana-mana setiap saat.. maka terpikirlah untuk mencari laptop yang lebih enak dibawa mobile..

sayangnya jaman sekarang harga laptop memang tidak lagi seperti dulu.. di kala Asus A43SA didapat di harga kurang dari 5 juta di tahun 2012, lalu Asus A456U kalau tidak salah di sekitar kepala 7-8 juta pada 2016, maka harga laptop masa kini di kisaran 9-10 juta.. itupun dapat Intel Core i5 saja.. makanya berpikir hingga berkali-kali karena ada rencana keuangan yang lain.. pilihan sempat jatuh ke beberapa opsi, di antaranya Asus Vivobook, Acer Swift 3, HP Pavillion, MSI Prestige, Dell dan Lenovo.. semuanya berukuran 13″-14″.. sempat melihat-lihat seri TUF maupun beberapa laptop gaming lain tapi langsung dicoret karena 15,6″ terlalu besar dan terlalu berat.. lalu jujur saja nbsusanto sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat MSI Prestige PS42 tapi kok harganya mencapai 13 juta untuk yang i5 dengan VGA nVidia GTX1050.. mending bangun PC.. πŸ˜†

googling dan mencari berbagai referensi serta melihat sendiri berbagai barang yang dipengeni, akhirnya pilihan memang jatuh ke MSI PS42.. namun bukan yang versi VGA nVidia GTX1050,.. bukan pula versi core i7.. namun core i5 bersama intel HD saja sudah cukup.. maklum beda harganya mencapai 2 dan 3 juta rupiah, meskipun memang RAM hanya 4 GB saja dan SSD hanya 256 GB saja.. nggak masalah toh RAM masih bisa diganti, ya diganti karena hanya ada 1 slot saja, serta penyimpanan file memang nbsusanto mengandalkan harddisk eksternal.. kenapa nggak merk lain? harga hampir sama, spek hampir sama, fitur hampir sama.. semua kembali ke selera desain dan gimmick apa yang dibutuhkan.. kalau nbsusanti memang seneng dengan tampilan tipis, ringkas dan ringan dari MSI PS42.. ditambah dengan baterai yang diklaim mampu bertahan cukup lama, terdapat keyboard backlight, berbagai macam mode warna di layar dan salah satunya adalah penempatan tombol power tidak jadi satu dengan tombol-tombol lain.. πŸ™„

kesan pertama menggunakan MSI PS42 ini laptopnya enteng tenan.. dimasukkan tas memang nggak banyak terasa karena klaim bobotnya pun di sekitar 1,2 kg saja.. nah yang paling terasa adalah booting cepat saat dinyalakan yang merupakan efek penggunaan SSD.. keyboardnya empuk dengan ukuran setiap tombolnya yang memang menyenangkan untuk diajak kerja.. memang bagi mereka yang bertangan besar, bagian touchpad akan terasa kecil.. memang dengan ukuran 14 inch namun berbezel tipis, harus ada dimensi yang dikompromi.. meskipun ukuran tersebut bagi nbsusanto sudah cukup..

kemudian di antara keyboard dan monitor terdapat lubang-lubang yang sepintas seperti speaker.. kalau bagi nbsusanto yang bukan seorang yang memiliki telinga emas, output suara dari MSI PS42 ini sudah cukup nyaman didengarkan.. lalu penempatan kamera MSI PS42 ini tidak seperti laptop lain yang pada umumnya berada di atas monitor, namun di bawah monitor.. konsekuensinya adalah angle yang didapat terlalu rendah dan perlu disesuaikan.. bagi nbsusanto bukan masalah karena memang tidak pernah videocall maupun selfie menggunakan laptop.. mungkin bakalan berbeda dan bisa menjadi keluhan bagi mereka yang sering menggunakan fitur kamera di laptop.. :mrgreen:

selanjutnya untuk ketahanan baterai.. saat ini nbsusanto sangat jarang mengatur pengecasan baterai mencapai 100%, karena katanya baterai bakalan lebih awet kalau dicharge hingga 60% saja.. di MSI PS42 ini ada fitur untuk mengatur tingkat pengecasan dengan opsi 60%, 80% dan 100% dengan software Creator Center bawaan dari MSI.. selain untuk mengatur tingkat pengecasan baterai, software ini bisa digunakan untuk mengatur mode warna monitor, kalau nbsusanto sendiri biasanya lebih suka dengan mode Anti Blue dan User Scenario Balanced namun brightness diturunkan untuk menghemar daya baterai.. hasilnya tanpa mengecas berjam-jam tidak masalah.. jujur nbsusanto memang belum pernah mencoba memakai dan menghitung dari kapasitas tertentu hingga tertentu butuh waktu tertentu.. πŸ™„

apalagi ya? mungkin baru ini yang dapat nbsusanto sampaikan apa yang dirasakan selama 1 bulan menggunakan laptop MSI PS42.. mungkin ke depan akan dibuat artikel lagi untuk penggunaan jangka panjang.. semoga tetep awet, tetep enteng dan tetep mumpuni.. :mrgreen:

sekian dan terima kasih.. πŸ™‚

wassalamu’alaikum wr. wb..

 

Advertisements

3 Komentar

monggo tanggapannya.....