Review Nissan XTrail T32, mumpuni untuk berkendara luar kota maupun dalam kota (1/2)

assalamu’alaikum wr. wb..

XTrail.. sebuah SUV dengan penggerak roda depan keluaran dari pabrikan Nissan yang mulai mengaspal di Indonesia dari awal dekade 2000-an dan kini sudah memasuki generasi ketiga.. dengan pilihan mesin mulai dari 2000 cc dan tersedia transmisi otomatis serta manual, Nissan XTrail menjadi kendaraan dengan populasi cukup banyak karena kegagahan, tenaga, maupun fitur yang dimilikinya.. berawal dari pertanyaan tentang bisa atau tidak mengendarai mobil matic dengan parking brake di kaki kiri, nbsusanto pun menyanggupi untuk menemani ke luar kota bersama Nissan Xtrail 2.0 CVT.. perjalanan akan berlangsung 2 hari dengan kondisi jalan tol, perkotaan, pantura, serta jalan kecil di tepi sawah.. bagaimana impresinya?

peran nyopir dimulai dari sebuah gang di Tegal.. pagi itu kami akan menuju pinggir pintu tol.. nbsusanto pun masuk ke dalam bagian kemudi Nissan XTrail.. fitur keyless, matic dan parking brake di kaki.. nbsusanto sendiri sudah lupa kapan terakhir kali membawa mobil matic meskipun cukup familiar.. cuma, tetep saja sempet bingung menyalakan mesinnya.. maklum tinggal dipencet yang harus dibarengi dengan menginjak pedal rem.. untungnya sih aman dan segera melaju.. posisi duduk saat itu belum ketemu setelannya sehingga was-was menggunakan mobil yang berdimensi cukup besar ini.. apalagi moncong tidak terlihat seutuhnya dari posisi duduk nbsusanto.. lha kalau sampai kena sesuatu, bisa tombok banyak.. malah jadi kikuk dan kurang rileks.. namun alhamdulillah perjalanan lancar meskipun tetap sambil mencari-cari setelan.. ternyata salah mencet, pantesan kok electric seatnya belum bisa maju mundur.. wo lhaaa.. kecanggihen.. 🤣

sekilas fitur yang tersedia, mobil ini memang cukup lengkap.. tombol pengaturan audio di stir.. fitur kamera 360 dan garis proyeksi yang cukup membantu saat mundur.. mode ac yang cukup lengkap, meskipun belum dual zone.. semuanya mudah dijangkau oleh pengemudi.. posisi stir pun dapat diubah secara tilt.. berbagai mode lampu dan wiper, termasuk mode otomatis yang memungkinkan mobil menyesuaikan kondisi real.. tuas pemindah gear yang mudah dijangkau.. display yang cukup jelas dengan adanya MID.. posisi duduk pun cukup rendah kalau dibandingkan dengan Terios 2011.. mau membandingkan dengan posisi New Terios tapi sudah lupa karena dulu minjem seharian saja dan nggak sempet ditulis artikelnya..

and the show begins.. mesin 2 liter yang dilengkapi transmisi CVT memberikan sensasi menyetir yang cukup halus di dalam kota dan bisa diajak galak di jalan tol.. hanya saja dengan kehadiran throttle by wire, feeling saat menginjak gas Nissan XTrail ini tidak seperti sistem konvensional.. ECU mobil mengatur mesin agar beroperasi lebih efisien sehingga kadangkala saat diurut tidak terasa kecepatan berubah sesuai keinginan pengemudi, jadi seperti ada yang kurang.. memang kurang galak jika dibandingkan transmisi yang lain..

namun yang nbsusanto sukai, saat memang reaksi mobil terlalu “biasa saja” di saat butuh tenaga “ekstra”, tinggal toel pedal gas lebih dalam maka akan langsung didapat lonjakan RPM seperti saat menurunkan gear.. responsnya cepet banget sehingga tidak akan kehilangan momen terutama saat diajak mendahului kendaraan lain.. nbsusanto seringkali melakukan toel pedal gas di tol Trans Jawa saat butuh nyelip dari kecepatan sekitar 120an km per jam.. memang tenaga 144 PS @6000 rpm dan torsi 20,4 kg.m @4400 rpm ini sudah sangat mumpuni.. 140 km/jam dapat dicapai dengan putaran mesin 3000 rpm saja.. diajak lari-lari ke 150-160 km/jam juga mudah.. bahkan nbsusanto sempat menyentuh topspeed 180 km/jam dengan Nissan XTrail T32 di sekitaran Batang saat jalannya cukup mulus..

lalu bagaimana dengan manuver saat diajak lari di tol? suatu pertanyaan yang ditanyakan temen di grup WA.. nbsusanto sendiri merasakan handling Nissan XTrail di kecepatan tinggi sangatlah baik.. tidak terasa goyangan saat berpindah lajur di kecepatan tinggi.. saat menyentuh topspeed pun stir mobil ini masih sangat nurut padahal jalan condong tikungan dengan jari-jari sangat besar dan tidak lurus sepenuhnya..

hanya saja nbsusanto agak was-was saat melepaskan pedal gas.. lho kok jarum di speedometer nggak segera turun? setelah baca-baca memang seperti itu hal yang biasa di mobil bertransmisi CVT.. pada saat melepaskan pedal gas di berbagai kecepatan, nbsusanto seringkali menginjak pedal rem sedikit-sedikit untuk memastikan kecepatan turun dan tidak terlalu mepet dengan obyek di depan.. tentu saja pengereman Nissan XTrail ini cukup mantap dengan cakram di semua roda dan dilengkapi ABS, EBD, BA, serta Active Engine Brake.. sempat menginjak rem cukup dalam karena obyek di depan terlalu mepet dan alhamdulillah pengereman bekerja dengan baik meskipun mungkin penumpang kaget.. 😅

di tol Semarang – Bawen saat hujan sangat deras katanya rawan kabut tebal.. benar saja saat melintas disana terjadi.. hujan sangat deras, AC terasa dingin, dan jarak pandang pun terbatas sehingga keberadaan lampu belakang pada kendaraan di depan sangatlah membantu.. tail light yang berwarna merah lho ya, bukan hazard.. toh nbsusanto yang buta warna saja masih dapat melihat cukup jelas kendaraan di depan.. nbsusanto nyalakan wiper di level terendah, yaitu yang di mobil pada umumnya mode intermitten.. kadang jeda terlalu lama sehingga nbsusanto memindahkan ke mode bergerak normal.. ternyata pada level tersebut wiper beroperasi secara otomatis karena saat hujan lebih lebat, sapuannya lebih cepat dan saat gerimis menjadi ada interval..

perjalanan malam menggunakan Nissan XTrail T32 pada umumnya teratasi dengan baik pada jalananan kering.. cahaya lampu LED yang terpasang di balik lensa projectornya berwarna putih.. hanya saja saat di jalanan basah masih kurang optimal seperti lampu putih pada umumnya.. hal ini biasanya tertolong dengan lampu kabut jika yang terpasang berwarna warm white atau lebih condong ke kekuningan..

apalagi ya? nampaknya cukup sekian review Nissan XTrail T32 sebagai pengemudi.. sebagai ringkasan, menurut nbsusanto Nissan XTrail ini merupakan sebuah SUV yang mampu diajak berlari dengan stabil seperti sedan, cukup menyenangkan serta memiliki fitur yang melimpah.. namun mungkin bagi yang menginginkan mobil dapat diatur sesuai keinginan pengemudi seutuhnya, mobil ini terlalu banyak instrumen elektroniknya.. konsumsi BBM nbsusanto tidak menghitung seutuhnya apalagi mode full to full, namun setelah diisi full tank, masih ada 1/4 tangki setelah berjalan lebih dari 450 km, lupa tepatnya tidak dihitung.. untuk review sebagai penumpang baris kedua dan ketiga akan nbsusanto buat pada artikel mendatang..

berhubung kemarin nggak sempet foto-foto, nbsusanto ambilkan gambar dari berbagai sumber (autonetmagz dan mobil 123)..

jadi pengen njajal mobil lain lagi.. siapa tau dapat kesempatan jajal CRV, CX-5, ataupun SUV/sedan/hatchback yang lain.. 😁

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

3 Komentar

monggo tanggapannya.....