Rapid Tes Antigen, Ternyata Sakit……

assalamu’alaikum wr. wb..

pandemi Covid19 telah berlangsung selama 1,5 tahun lebih.. banyak peraturan baru yang diberlakukan untuk mengurangi potensi penyebaran virus tersebut.. salah satunya adalah mensyaratkan tes usap hidung untuk penumpang kendaraan umum antar daerah..

memang semenjak awal 2020, bahkan akhir 2019, nbsusanto baru sekali naik angkutan umum untuk perjalanan antar kota.. kala itu naik Joglosemar Yogya-Semarang.. namun angkutan tersebut tidak mensyaratkan rapid tes antigen maupun PCR..

alhamdulillah juga tidak pernah menjadi orang yang perlu ditracing karena tidak pernah kontak dengan orang yang positif Covid19 meskipun memang tetangga maupun keluarga besar ada yang pernah mengalami Covid19..

di akhir 2021 ini tiba-tiba nbsusanto harus ke luar kota menggunakan angkutan umum yang membutuhkan bukti sudah vaksin dan negatif Covid19.. mau tidak mau ya akhirnya rapid tes antigen untuk pertama kalinya..

mencari informasi dari istri dan adek yang pernah antigen, memang klinik di dekat rumah ada yang menawarkan rapid tes antigen dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu 70 ribu rupiah.. memang sih kalau di stasiun kereta api bisa lebih murah, yaitu 45 ribu.. namun harus menunjukkan kode booking..

berangkatlah ke Klinik Darma Bakti jalan srandakan.. melakukan pengisian form identitas dan skrining awal.. setelah itu masuk mengumpulkan form dan membayar biaya rapid tes antigen sebesar 70 ribu rupiah.. lanjut menunggu antrian untuk dipanggil swab antigen..

akhirnya nama nbsusanto dipanggil untuk melakukan rapid tes antigen.. duduk dan membuka masker.. petugas pun membawa satu batang pengambil sampel yang seperti cotton bud tapi lebih panjang dan lentur.. perlahan masuk ke hidung..

SAKITTT WOYY!!!! 🤣🤣🤣🤣

kaget ternyata rasanya beneran sakit.. bahkan sampai keluar air mata.. sambil memperhatikan petugas yang menaruh sampel spesimen ke alat deteksi, nbsusanto memasang masker kemudian meninggalkan ruangan dan menunggu hasil tes keluar..

selama menunggu tersebut, nbsusanto bersin berkali-kali dan malah hidung mengeluarkan ingus.. respon dari tubuh bahwa ada benda asing yang masuk.. berlangsung beberapa waktu hingga akhirnya hasil rapid tes antigen keluar..

NEGATIF..

alhamdulillah dengan hasil ini bisa melaksanakan tugas.. pengalaman pertama yang benar-benar berkesan.. cek ke pedulilindungi, ternyata hasil tes juga sudah langsung terekam disana.. artinya tinggal membawa hp saja sudah cukup..

wis lah, pantes ada beberapa orang yang males rapid tes antigen maupun swab PCR meskipun sebelumnya sudah pernah.. lha begitu rasanya.. 🤣

semoga pandemi Covid19 segera berlalu dan kalau mau melakukan kegiatan entah itu mengunjungi suatu lokasi maupun melakukan perjalanan tidak perlu melakukan rapid tws antigen maupun membuka aplikasi pedulilindungi..

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

2 Komentar

    • wkwkwkkw betul.. dadi paham ngopo wong do ra gelem di antigen..
      tapi nek kondisi mengharuskan yo mau nggak mau tetep antigen..
      aku wingi yo 2x sidane kang, lha dinggo PP je wis lebih dari 24 jam..

monggo tanggapannya.....