meremajakan sepatu lari dengan Asics Dynaflyte 3, cocok untuk latihan berlari

assalamu’alaikum wr. wb..

di tahun 2019 lalu, mileage lari nbsusanto menurun dibandingkan dengan tahun 2018.. sekitar 884 kilometer menurut strava.. jarak yang kalau hanya 1 sepatu sudah cukup tinggi.. bahkan meskipun dengan beberapa sepatu, setiap sepatu dapat jatah lebih dari 100 kilometer.. ya memang sepatu-sepatu yang nbsusanto gunakan memang sudah cukup banyak menapak berbagai tipe jalan.. apalagi sepatu tertua yang masih aktif seperti League Ghost Runner sudah mencapai 600 km dan Skechers GoRun 400 sudah menempuh 550 km.. memang sudah tidak lagi nyaman dan tidak baik jika dipaksakan lagi..

sebenernya sepatu yang ditunggu diskonannya adalah Asics Noosa FF2.. namun kok ya belum rejekinya.. pas ada penawaran selalu ada yang cocok.. maklum sepatu yang dicari ukuran 43,5.. eh suatu waktu muncul penawaran Asics Dynaflyte 3 dengan harga menarik dan tersedia ukuran 43,5.. memang sepatu ini sebenarnya menarik.. testimoni juga bagus-bagus.. ya sudah lah dibeli saja.. apalagi tugasnya akan cukup berat menggantikan 2 sepatu lama.. kudu sepatu yang awet dan mumpuni.. 😆

  • Kesan Pertama

seperti yang diduga, ukuran sepatu Asics 43,5 terasa pas di kaki nbsusanto.. mirip dengan Nike Air Zoom Pegasus 34 walaupun sedikit lebih longgar.. tentu saja lebih nyaman menggunakan kaos kaki tipis meskipun masih cukup enak menggunakan kaos kaki yang lebih tebal.. untuk berat sepatu, Asics Dynaflyte 3 terasa ringan.. kemudian untuk seberapa empuk pada saat tidak berlari, sepatu ini cenderung agak empuk.. nggak tau kenapa yang nbsusanto rasakan tidak jauh berbeda karakternya dengan pegasus 34.. masuk akal karena memang kelas harga dan peruntukannya juga 11-12.. lalu sebelumnya nbsusanto tidak terlalu berpikir akan se-reflektif apa Asics Dynaflyte 3 ini saat berada dalam kegelapan dan kemudian ada cahaya.. ternyata tulisan Dynaflyte 3 di sisi belakang pun mampu memantulkan cahaya..

ketika punya sepatu baru, tentu saja nbsusanto gunakan lari untuk jarak yang pendek sebagai penyesuaian.. sebut saja ngreyen sepatu.. tentu untuk tujuan pengenalan karakter sepatu, dipilih jalur yang memang sudah biasa dilalui dan diusahakan dengan pace yang santai.. pace yang digunakan sendiri di kisaran 7+ menit per kilometer.. sementara itu stride di kisaran 165-170 dan kaki midstrike.. menapak jalanan aspal cukup bagus meskipun sebagiannya merupakan di pedesaan.. yang nbsusanto rasakan, Asics Dynaflyte 3 ini cukup responsif namun tidak terlalu keras.. seperti feeling pertama bahwa sepatu ini akan mirip kombinasi league ghost runner dan nike air zoom pegasus dan memang begitulah kenyataannya..

  • Masa break – in

seperti sepatu yang lain, Asics Dynaflyte 3 ini menempuh masa break – in selama beberapa puluh kilometer.. tentu saja tidak dalam sekali lari.. biasanya, nbsusanto lari sekitar 5 kilometer di weekdays serta 10 km atau lebih di akhir pekan.. ya, masih ada New Balance 1080V8 dan Nike Air Zoom Pegasus 34 untuk dirotasi, namun untuk sementara selang seling lebih sering dengan NB karena Pegasus 34 cenderung memang masih sering rehat sejak dipakai di Sermo Challenge dan Volcano Run lalu.. otomatis seminggu cuma dapat 10-15 km saja.. karena tujuannya untuk easy dan long run, sampai menjelang 100 kilometer, Asics Dynaflyte 3 belum diajak main di pace lebih cepat dari 6 menit per kilometer.. nanti saja kalau sekiranya sudah hapal karakternya.. 😆

menurut spesifikasi, heel to toe dari Asics Dynaflyte 3 di angka 8 mm.. memang seperti di sepatu sebelum-sebelumnya, heel to toe yang lebih rendah sedikit berefek pada jumlah cadence yang lebih tinggi dibandingkan jika sepatu dengan heel to toe tinggi.. kenyataannya pun begitu.. responsif, empuk dan nyaman.. hanya saja di awal ini untuk long run masih belum nyetel dengan cushioningnya, mungkin karena memang perlu penyesuaian saja.. kalau ditanya hal lain yang nggak enak di masa break in apa, maka jawabannya adalah butuh kaos kaki tipis kalau mau lebih nyaman.. selain itu, masa break-in ala easy run berjalan dengan lancar..

  • Kemudian Nyetel

tidak butuh waktu lama untuk kemudian nyetel dengan Asics Dynaflyte 3 karena memang karakternya berada di tengah-tengah sepatu yang lain.. nbsusanto gunakan untuk latihan harian bergantian dengan New Balance 1080v8 dan ternyata sudah mencapai lebih dari 180 km saat bagian artikel ini diketik.. jujur saja tidak terasa, padahal sejak pandemi Covid-19, grafik lari nbsusanto menurun sangat drastis.. tidak jarang dalam seminggu hanya 1x berlari, bahkan sering bolong.. tidak ada keluhan berarti dalam penggunaan sepatu ini.. memang, untuk pace dan jarak lari nbsusanto pada saat ini pun terjun bebas, dimana pace seringkali hanya di angka 7:30-8:00 dengan durasi lari sekitar 40an menit..

untuk jarak terjauh menggunakan sepatu ini di kisaran 12 km.. sama sekali belum pernah dibawa untuk event lari karena masih mengandalkan si centang.. ada sih kepengenan untuk menggunakan sepatu ini, namun Covid-19 membuat semua event lari setelah Volcano Run ditangguhkan dan bahkan dibatalkan.. mungkin kelak jika ada event lari lagi saat kondisi normal, termasuk rutinitas, sepatu ini yang akan nbsusanto gunakan..

pengen sih dibawa lari sampe setidaknya 15 km seperti sepatu lain atau bahkan HM, namun kesempatan itu belum datang.. nbsusanto masih berusaha mengembalikan rutinitas dan ritme berlari seperti sediakala.. nbsusanto lebih memilih membiasakan tubuh kembali nyaman lari 5 km dengan effort ringan daripada jarak lebih jauh tapi harus mengorbankan aktivitas seharian untuk tidur..

  • Kesimpulan

Asics Dynaflyte 3.. sepatu dari pabrikan jepang yang sudah malang melintang di dunia atletik ini menurut nbsusanto cocok untuk dipakai oleh penggemar lari dengan tipikal seperti nbsusanto, lebih sering easy run, sesekali lari lebih kencang, dan kadangkala lari agak jauh.. sepatu cukup empuk, tidak terlalu banyak yang menyamai, mempunyai bagian reflektif.. untuk harga di outlet memang tidak jauh berbeda dengan sepatu-sepatu nbsusanto sebelumnya, namun alhamdulillah kalau dapat harga diskon seperti sepatu-sepatu sebelumnya, Asics Dynaflyte worth it untuk dimiliki..

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

Be the first to comment

monggo tanggapannya.....