Yamaha WR155, apik tapi jangkung sekali

assalamu’alaikum wr. wb..

beberapa hari yang lalu nbsusanto dikontak ardiantoyugo.com yang katanya lagi gabut padahal baru bawa Yamaha WR155.. yasudah nbsusanto suruh dia datang ke rumah saja.. maklum nbsusanto belum pernah melihat lebih dekat apalagi mencoba motor besutan pabrikan garpu tala tersebut.. meskipun memang nbsusanto juga nggak kepikiran, kalaupun mencoba dimana? minimal bisa mengabadikan dalam foto dan terbitkan di artikel.. untuk test ride kapan-kapan jika memang ada kesempatan.. 🤣

kesan pertama? motore gede duwur tenan ik.. ya, menurut nbsusanto tinggi banget bagi rata-rata orang indonesia.. dibandingkan dengan jagoan dari merk lain, untuk kelas yang sama, Yamaha WR155 ini adalah yang paling bongsor.. jujur saja langsung mikir-mikir buat test ride.. apalagi saat itu nak lanang juga penasaran dengan motor ini.. mosok langsung dijak gendongan? usut punya usut ternyata ardiantoyugo yang berpostur 170 cm ++ pun masih jinjit pake Yamaha WR155..

Yamaha WR155 ini menggunakan roda depan dan belakang yang ukurannya tidak sama, persis seperti motor offroad pada umumnya, yaitu 21 inch untuk di depan dan 18 inch untuk di belakang.. tentu saja keduanya sudah dilengkapi dengan rem cakram hidrolis dengan piringan bergelombang.. pendinginan pada mesin 155 cc yang memiliki basis sama dengan Vixion R ini dipasrahkan pada radiator.. ground clearance? tentu saja tinggi..

untuk shockbreaker depan, diameter 41 mm memang sudah jadi ukuran yang sering digunakan oleh pabrikan garpu tala untuk motor-motor sport bongsornya.. sementara itu lampu depan menggunakan halogen H4, tidak seperti motor masa kini yang sebagian besar sudah menggunakan LED..

bagian belakang pun tidak neko neko.. lampu belakang serta sein pun konvensional saja.. namun ada 1 hal unik ketika nbsusanto tidak mendapati knalpot di bagian kanan seperti sepeda motor pada umumnya.. ternyata peletakan knalpot berada di sisi kiri.. namun tentu saja terlindung seperti motor garuk tanah pada umumnya jadi bagi boncenger tidak perlu terlalu khawatir.. untuk shockbreaker dapat diatur sesuai kebutuhan..

beralih pada pandangan sisi atas.. panel standar dengan keberadaan engine cut off.. eh sebentar ada saklar lampu hazard.. wah-wah.. kok jaman sekarang motor cc kecil banyak yang disediakan fitur lampu hazardnya ya? tujuannya baik, namun pabrikan manapun harus lebih gencar sosialisasi dan edukasi tentang penggunaan lampu hazard.. realita di jalanan, ada yang berkendara dengan lampu hazard malah dinyalakan sepanjang jalan.. ada pula yang menyalakannya di simpang jalan dengan dalih dia mau lurus.. wah jaaaaaaan..

tangki Yamaha WR155 berkapasitas 8 liter dan tetap terlihat ramping.. khas motor trail pada umumnya.. malah jadi berandai-andai, misalkan CS1 tangkinya di depan dengan kapasitas segini dan tetap ringkas pasti lebih mantap.. bagian belakang bisa untuk naruh mantol dengan lebih layak.. ehehehe..

beralih ke bagian display speedometer dan kelengkapannya.. speedometer Yamaha WR155 ini sudah full digital dan dilengkapi dengan tachometer, gear position, fuel indicator, odometer, tripmeter, konsumsi bbm rata-rata.. untuk lampu indikator terdiri dari netral, sein, lampu jauh, check engine, dan indikator panas.. terdapat pula tombol untuk mengganti display antara odometer, tripmeter, dan lain-lain..

Yamaha WR155.. pemberi pilihan motor ala trail di kelas 150an cc.. dari visual nbsusanto, build quality juga lumayan bagus.. satu hal yang patut menjadi catatan adalah tinggi joknya.. kalau untuk tujuan harian bagi yang berpostur < 170 cm nampaknya akan menjadi kurang nyaman.. tinggal bandingkan saja dengan produk dari merk sebelah dari segi tampilan, fungsional, mesin dan berbagai pertimbangan lain yang menjadi prioritas peminatnya.. pilihan akhir juga ke yang punya uang untuk meminang..

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Be the first to comment

monggo tanggapannya.....