review Polygon Xtrada 5 – 2018 di mata pengguna biasa

assalamu’alaikum wr. wb..

bersepeda merupakan aktivitas yang sudah jamak dilakukan dari puluhan tahun lalu.. bahkan merupakan salah satu moda transportasi paling populer pada jamannya.. memang di masa kini penggunaan sepeda sebagai moda transportasi utama sudah kalah dibandingkan kendaraan bermotor meskipun tetap saja sering ditemui masyarakat yang kemana-mana pakai sepeda.. beberapa kali gowes menjadi booming sesaat yang membuat jalanan kembali dipenuhi sepeda maupun toko-toko kelarisan sampai kehabisan stock.. namun pada akhirnya yang hanya ikut-ikutan tren biasanya tidak bertahan lama..

bagi nbsusanto, sepeda merupakan salah satu alat transportasi yang menyertai sejak masa kecil.. semenjak TK hingga SD bergantian antara berjalan kaki maupun bersepeda.. jaman SMP full bersepeda.. selanjutnya SMA hingga saat ini dominan menggunakan sepeda motor namun tetap tidak jarang bersepeda meskipun tidak terjadwal secara rutin juga.. malah saat sepeda booming, nbsusanto tetep biasa saja.. maklum terbiasa sepedaan tanpa harus rombongan.. paling rombongan jaman mau berangkat sekolah.. selebihnya mentok rombongan kecil.. kalau ditanya pakai sepeda apa? macem macem.. sepeda mini, jengki, federal.. malah pas nggak punya sepeda masih bisa minjem temen, saudara atau kantor.. hingga pada 2018 memutuskan untuk membeli sepeda agar bisa dipakai oleh siapapun yang ada di rumah..

saat itu cari sepeda yang cukup nyaman, berkualitas dan masih terjangkau.. ssaat itu memang tidak riset cukup mendalam jadi pilihannya ya yang ada di toko..hingga akhirnya terpilih Polygon Xtrada 5 edisi 2018 berwarna merah hitam dengan banderol sekitar 5 jutaan.. jan hampir semua kendaraan di rumah kok merah hitam.. 🤣

nbsusanto coba review selama 2,5 tahun memiliki sepeda Polygon Xtrada 5 ini dari sudut pandang orang biasa.. bukan enthusiast bersepeda.. yang pasti 1 hal yang nbsusanto rasakan adalah sepeda ini sadelnya tinggi sekali untuk orang rumah meski sudah diatur paling pendek.. ya bener masuk akal lha wong ukurannya M.. setelah baca-baca, sebenernya optimalnya ukuran S.. solusi yang terpikirkan adalah beli batang penyangga sadel dan dipotong, yang ori disimpan.. namun masih wacana.. 🤣

secara umum, sepeda ini memang tidaklah enteng jika diangkat.. ya memang sepeda di kisaran tersebut materialnya bukan seperti sepeda puluhan juta.. namun saat dikendarai, Polygon Xtrada 5 ini gowesannya tidaklah berat.. melaju di jalan datar maupun tanjakan tidak ada masalah.. yang penting bisa menyesuaikan gear yang tepat sesuai medan jalan.. namun sayangnya beberapa kali nbsusanto mengalami miss-shifting.. kadang gearnya telat berpindah dan harus dipancing ke gear berikutnya baru dikembalikan.. entah faktor apa.. memang sih sejak baru belum pernah diservis.. lebih sering di garasi.. 🤣 *update kemaren coba nbsusanto utak atik settingan RD Shimano Alivio di Xtrada 5 dipandu youtube, hasilnya sekarang sudah responsif untuk perpindahan gear nya..

fork depan Suntour XCM-HLO depan bisa dikunci sehingga tidak memantul maupun dibiarkan memantul.. tentu saja sesuai dengan kebutuhan.. untuk di jalan datar mulus, tidak masalah lebih ceper.. namun untuk jalan rusak lebih baik dibuat memantul, meskipun tidak akan bisa menjadi sangat nyaman seperti air suspension..

selanjutnya untuk pengereman depan belakang semuanya sudah menggunakan disc brake hidrolis daru Shimano BR-M315.. untuk velg menggunakan X15 dibalut ban Schwalbe Smart Sam.. kami memilih menambahkan aksesori berupa standar samping sehingga memudahkan jika sepeda ini dibawa ke berbagai lokasi tanpa harus mencari senderan maupun dibalik..

di bagian setang terpasang merk Entity yang dilengkapi tuas rem dan shifter bertipe rapid gire shifter Shimano Alivio yang mudah dijangkau dan dikendalikan.. penataan kabel pun rapi sehingga lebih enak dipandang.. terpasang reflektor di bagian depan dan belakang.. untuk aksesoris tambahan kami memasang bel sepeda..

overall nbsusanto dan keluarga cukup puas dengan Polygon Xtrada 5 seri 2018 ini.. keluhan yang terjadi adalah karena ukurannya yang tinggi dan perpindahan gear yang cukup sering telat.. namun untuk berkendara puluhan kilometer, memang belum sejauh para enthusiast bersepeda, namun untuk 20 km sekali jalan tanpa berhenti masih nyaman.. pengen sih sepedaan agak jauh tapi di masa Covid19 ini kok mikir-mikir.. apalagi sekarang pagi seringnya dek AL sudah bangun dan minta diajak jalan-jalan atau gowes.. ya nggak bisa jauh.. 🤣

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Be the first to comment

monggo tanggapannya.....