Sate Klathak Pak Pong, semakin nikmat dengan tambahan Kronyos

assalamu’alaikum wr. wb..

Sate Klathak.. sebuah olahan daging kambing yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat umum.. bahkan, di kawasan Jalan Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta sudah menjadi destinasi wisata kuliner Sate Klathak.. banyak berdiri warung berukuran kecil maupun besar yang selalu saja ada pengunjungnya.. salah satu yang cukup kondang adalah Sate Klathak Pak Pong..

terletak di Jalan Sultan Agung, tepatnya Stadion Sultan Agung Bantul ke timur sedikit, warung makan Sate Klathak Pak Pong sangatlah mudah ditemukan.. warung makan ini terletak di kedua sisi jalan, dengan lahan parkir yang luas di sebelah selatan jalan.. kebetulan malam itu nbsusanto dan keluarga mendapatkan tempat parkir di bagian timur.. banyak security yang akan membantu parkir dan menyeberangkan jalan..

meskipun banyak kendaraan yang parkir, tidak perlu khawatir karena saat masuk masih terdapat banyak meja yang kosong.. berhubung kami berdelapan, kami memilih menempati 1 buah saung.. selain agar mengumpul juga berjarak dengan konsumen lain.. maka kami pun memesan makanan dan minuman..

namun sebaiknya memang menyiapkan waktu longgar jika bermaksud makan disini pada malam hari.. jangan saat kondisi sudah terlalu lapar.. berdasarkan pengalaman, kami membawa beberapa cemilan sambil menunggu pesanan siap disajikan.. nbsusanto pun mencatat bahwa proses pemesanan hingga makanan siap disajikan adalah sekitar 50 menit..

menu yang dapat disajikan di Sate Klathak Pak Pong beraneka ragam.. ya memang semuanya olahan daging kambing.. tentu saja menu andalannya adalah sate klathak.. selain itu, kronyos juga menjadi pilihan bagi sebagian orang.. kami memesan sate klathak dan kronyos saja karena kalau yang lain masih bisa didapatkan di tempat lain.. ambil yang khas saja.. kalau minuman standar saja, ada pilihan saparela dan wedang uwuh bagi yang penasaran..

datang juga nasi, sate klathak, dan kronyos.. tentu seporsi kronyos untuk berempat pun cukup.. porsi nasi cukup banyak.. kecuali memang sering nambah nasi, 1 porsi saja sudah cukup bagi orang biasa.. kalau sate klathak ya memang hanya 2 tusuk saja.. hal yang paling menarik dari sate klathak adalah penyajian dengan tusuk dari jeruji sepeda.. bumbu pada sate klathak ini adalah garam disertai kuah bening seperti gulai.. ada opsi kecap yang disajikan pada piring terpisah.. nbsusanto yang bukan penggemar kecap pun memilih mengonsumsi sate klathak apa adanya..

rasa sate klathak ini gurih dan empuk.. meskipun hanya 2 tusuk, tapi potongan dagingnya cukup banyak.. nah untuk kronyos memang gurih sekali.. maklum saja kronyos adalah gajih/lemak yang digoreng dengan dibumbui garam dan diberi sedikit kuah.. namun saat penyajian memang kering begitu.. selain gurih, tentu saja renyah nan empuk.. bagi yang memiliki kolesterol di ambang batas lebih baik mencicipi sedikit saja.. bagi yang normal tetap harus dibatasi.. asli uenak banget.. 😁 kebetulan nbsusanto dapat yang enak semua meski ada beberapa potong yang menurut bojo dan adek masih ada yang prengus..

Sate Klathak Pak Pong.. citarasanya enak, porsi pas bagi kebanyakan orang, akses mudah, parkir luas, serta berbagai fasilitas seperti toilet, musholla, dan lain-lain yang tersedia di dalamnya.. penataan di ruang makan pun cukup bagus dan di masa pandemi ini tetap bisa berjaga jarak.. untuk harga memang tidak bisa dikatakan murah, namun tidak jauh juga jika dibandingkan sate pada umumnya.. pantas memang kalau menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Yogyakarta..

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

2 Komentar

  1. Izin berbalas kunjungan ke sini hehe.

    Kuliner ini sebenarnya udah ngidam sejak lama setiap main ke Jogja. Tapi kok ya selalu belum kesampaian hahaha. Mudah-mudahan nanti kalau mudik Magelang, bisa mampir sini dulu.

monggo tanggapannya.....