balik ke Jakarta bersama kereta Taksaka Eksekutif Stainless Steel

assalamu’alaikum wr. wb..

setiap perjalanan pulang kampung apalagi ketika merantau di jakarta selalu punya cerita.. apalagi musim mudik, dapat tiket saja sudah alhamdulillah.. mau kereta ekonomi, bisnis maupun eksekutif sudah nggak pilih pilih lagi.. seperti yang lalu kala dapat kereta Taksaka reguler..

sebenernya ini bukan perjalanan pertama dengan kereta Taksaka.. namun sebelumnya nbsusanto naik kereta eksekutif dengan relasi Stasiun Tugu Yogyakarta – Stasiun Gambir di kala masih menggunakan rangkaian lawas.. mulai 2018 lalu, Taksaka menggunakan rangkaian eksekutif K1-18 buatan PT INKA yang mempunyai eksterior stainless steel.. ya sepintas mirip Mataram Premium sebelum menggunakan rangkaian lawas meski berbeda kelas, kalo dari luar terlihat bedanya di livery saja.. 😂

kesan pertama saat nbsusanto masuk rangkaian K1-18 di stasiun besar Yogyakarta adalah bersih dan cerah.. efek dari pemilihan warna kursi serta lampu yang cukup terang.. kemudian tampilan sisi bawah bagasi yang memantul, lagi-lagi persis di K3-18.. nbsusanto pun mencari nomor kursi untuk kemudian menaruh barang-barang dan lanjut duduk.. oya, pada kereta buatan 2018 toilet hanya ada di sisi depan atau belakang saja namun 2 buah di kanan kiri.. perlu dicermati bagi mereka yang mungkin menggunakan fasilitas kamar kecil di kereta daripada sudah berjalan, eh nggak ada.. antara balik arah atau menuju kereta selanjutnya yang deket.. 😂

peningkatan K1-18 stainless steel yang digunakan kereta Taksaka dibandingkan K1-16 dan K1-17 paling terasa adalah foot rest.. kini, pijakan kaki tersebut bisa dikunci 2 step, mengingatkan pada rangkaian lawas Argo Lawu dan Taksaka.. hal yang nbsusanto sayangkan ketiadaannya di rangkaian terkini Argo Dwipangga, Gajayana, Bima, Argo Lawu dan K1-16/K1-17 lainnya.. hal kecil sebenernya namun tidak nyaman jika pijakan kaki tidak bisa dikunci dan disesuaikan.. hanya ikut sebatas apa beban kaki.. apresiasi untuk hal ini..

selanjutnya adalah pada kenyamanan kursi penumpang.. K1-18 ini cukup empuk dan nyaman untuk perjalanan jarak jauh.. tentu saja fitur reclining seat dan meja makan lipat tersedia.. lalu ternyata ada colokan headset, namun nbsusanto luput untuk mencobanya jadi tidak tau input suaranya dari mana.. penasaran mengingat tak ada kontrol media di setiap kursi seperti pada kereta Priority maupun Luxury.. mungkin lain waktu boleh dicoba..

dengan dihela CC 206, rangkaian K1-18 kereta Taksaka ini suspensinya cukup nyaman dan suara tidak begitu berisik.. hanya saja di beberapa waktu awal perjalanan lampu masih menyala cukup terang sehingga agak silau dan kurang nyaman untuk tidur.. bisa disiasati dengan kupluk bolong-bolong, yang sudah menemani jalan-jalan nbsusanto bertahun-tahun, ditutupkan sampai mata, setidaknya mengurangi intensitas cahaya.. tinggal tarik selimut dan peluk bantal yang sudah disediakan di dalam rangkaian.. merem deh.. jebul saat di tengah perjalanan terbangun, lampu sudah dalam mode dim sehingga tidak lagi silau.. lampu utama mati semua dan nyala lampu samping saja.. meskipun memang tidak se temaram kereta Priority namun sudah oke lah..

perjalanan dengan Taksaka pun berakhir di Stasiun Gambir.. secara umum, rangkaian K1-18 ini cukup memuaskan dan memang ada peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya.. meskipun memang masih banyak yang merindukan K1 retrofit kaca kecil ala pesawat dengan bagasi tertutup seperti yang dulu digunakan Gajayana dan sempat dipakai Purwojaya.. yaaa walaupun harga tiket kereta api saat ini memang naik cukup banyak jika dibandingkan 2016 lalu.. πŸ˜†

sekian dan terima kasih.. πŸ™‚

wassalamu’alaikum wr. wb..

Advertisements

Be the first to comment

monggo tanggapannya.....