Menyusuri Jalur Mati Rel Kereta Lori Jogja (Part 1-Srandakan)

assalamu’alaikum wr. wb..

di berbagai daerah yang dilewati, nbsusanto biasanya tertarik mengamati jika ada jalan yang lengkungnya cukup unik atau tiba-tiba ada jalan terpisah dari jalan utama membentuk suatu garis lurus ataupun lengkungan.. mirip dengan bentuk jalan pada rel kereta api.. umumnya akan maklum jika teringat ada jalur kereta api yang pernah melalui kawasan tersebut, misalnya jogja-srandakan, jogja-magelang, dll.. tapi ini kok di persawahan sekitar perbatasan pandak dan srandakan?

beberapa bulan lalu dek bojo ngirim suatu link berisi peta jadul dari website sebuah kampus di Belanda, yaitu Leiden University.. dalam peta nampak jaringan jalan maupun rel kereta api yang cukup lengkap di area Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.. nbsusanto langsung saja arahkan ke wilayah sekitar Srandakan dan Pandak bagian barat.. keinginan untuk menelusuri pun muncul.. dikayuhlah Polygon Xtrada 5 menuju jalanan tersebut sambil membawa kamera hp Poco X3 Pro saja untuk 1 dari beberapa sesi foto.. mau bawa Sony A6000 kok terlalu mencolok..

koordinat : -7.9447261,110.2617873

tujuan pertama tentu melihat jalur kereta api NIS Yogyakarta-Bantul-Palbapang-Srandakan-Sewugalur.. eh lha kok ndilalah malah ada jalur kereta api di sawah di selatan dusun Tegallayang.. dicek kembali disesuaikan dengan ingatan tentang realitanya serta google maps.. ternyata memang benar, adanya garis di tengah sawah dalam gmaps dan seperti pematang namun tinggi dan ada pohonnya di realita itu bekas jalur kereta api Decauville alias kereta tebu.. menarik!

koordinat : -7.9420507,110.2575308

ternyata ada percabangan pendek di selatan sawah Tegallayang yang kini sebagian telah menjadi jalan menuju Tegalan Pedak..

koordinat : -7.953158, 110.254989

salah satu spot yang sudah dari beberapa waktu lalu terlihat “mencurigakan” kalau sekadar jalan dan pematang sawah saja.. yap, perpotongan bekas jalur kereta lori dari arah sawah Tegallayang dengan jalan Wigaringtyas.. enaknya pake sepeda, mblusuk ya gampang.. lanjut kayuh ke selatan..

koordinat : -7.953750, 110.254492

melihat sesuatu yang menarik? ya, jika diamati lebih detail terdapat beton bekas dudukan jembatan.. jadi memang dulu ada jembatan rel kereta lori di saluran air ini.. sik sik.. jalurnya berpisah dari pematang sawah..

koordinat : -7.953850, 110.254422

tandanya? harus cari jalan di pematang sawah yang memungkinkan dilalui sepeda sambil mengamati jalur kereta yang tidak memungkinkan untuk dilewati.. 😂

koordinat : -7.955936, 110.252284

ada kemauan pasti ada jalan.. ternyata bekas jalur rel lori memang kebanyakan dijadikan jalan lokal, entah itu masih berupa tanah maupun telah diperkuat dengan beton..

koordinat : -7.957945, 110.250052

di daerah dusun Polosiyo, terdapat percabangan jalur rel kereta lori ke arah barat yang berupa mengarah ke persawahan.. mungkinkah dulunya merupakan kawasan persawahan tebu dan menjadi tempat menaikkan tebu ke kereta api untuk dibawa menuju suikerfabriek (pabrik gula) yang dulunya bertebaran di berbagai wilayah di Yogyakarta..

koordinat : -7.969679, 110.238571

hal unik kembali terlihat di dusun Jlagran, Poncosari.. terlihat foto di atas ada percabangan 2 jalan.. keduanya dapat digunakan untuk menuju arah yang sama, dengan jalan beton merupakan shortcut memotong tegalan.. itulah jalur rel kereta lori.. di arah sebaliknya pun terdapat jalan pintasnya.. sekarang sama-sama dapat dilalui kendarana roda 4..

koordinat : -7.975335, 110.233397

kembali terdapat percabangan rel kereta lori di dusun Kukap.. percabangan mengarah ke barat daya dan ke arah selatan.. agar lebih afdol nbsusanto mencoba kedua percabangan tersebut meskipun tidak di hari yang sama..

koordinat : -7.975649, 110.231788

ini salah satu spot bekas jalur KA di srandakan yang cakep buat foto-foto kalau bawa sepeda.. apalagi pas cuaca cerah.. jalannya sendiri tidak terlalu ramai, kadang yang lewat adalah truk dan warga lokal.. tetap berhati-hati jika memang mau berfoto disini..

koordinat : -7.979315, 110.234105

sementara di percabangan satunya pun telah menjadi jalan desa dan kemudian melintasi jalan alternatif menuju pantai selatan bantul.. tegalan dan sawah sehingga nbsusanto putuskan untuk pulang melalui jalan Samas – Kuwaru sambil memperhatikan.. ya memang kalau di peta Leiden berada di tepat pinggir sawah itu.. mungkin dulunya lokasi untuk menaikkan tebu..

begitulah penelusuran nbsusanto terhadap jalur mati rel kereta lori Yogyakarta, tepatnya di kawasan Srandakan.. ternyata butuh effort yang tidak semudah bayangan untuk mempelajari jalur sebelum berangkat, memilih jalan, mencari tanda-tanda yang mungkin tersisa, mendokumentasikan, serta menyusunnya menjadi sebuah artikel.. kemarin sudah nyicil mempelajari dan survey beberapa titik yang mungkin merupakan jalur rel kereta lori di kawasan Pandak.. semoga tidak berhenti disini dan segera dapat dilanjutkan.. 😁

sekian dan terima kasih.. 🙂

wassalamu’alaikum wr. wb..

Be the first to comment

monggo tanggapannya.....